Yamaha NMax

Menikmati Pesona Tasikmalaya dari Puncak Pelita

  Senin, 15 Juli 2019   Irpan Wahab Muslim
Puncak Pelita. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Menikmati keindahan alam dan hamparan wilayah Tasikmalaya bukan hanya bisa dilakukan di objek wisata Galunggung, namun juga bisa dilakukan di Puncak Pelita yang berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, Puncak Pelita bisa dinimkati sambil menyelam di kolam yang persis menghadap hamparan wilayah Tasikmalaya.

Hamparan wilayah Tasikmalaya berupa area persawahan, perkebunan, dan pemukiman bisa dilihat dengan jelas dari atas Puncak Pelita. Tidak hanya itu, angin sepoy-sepoy dan udara khas pegunungan akan kita rasakan ketika berada di Puncak Pelita. Untuk mengunjungi Puncak Pelita sangat mudah, dari Jalan Ciawi-Singaparna, tujuan selanjutnya yakni Desa Kiarajangkung.

Dari Desa Kiarajangkung, perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit menuju Puncak Pelita. Meskipun dalam perjalanan harus ekstra hati-hati karena berkelak-kelok dan menanjak, pengunjung akan disuguhkan pemandangan hamparan sawah dan perkebunan milik warga. Pemandangan khas alam itu termasuk bonus sebelum menikmati puncak pelita.

Berbagai fasiitas disediakan di Puncak Pelita, seperti warung-warung sederhana yang menjual makanan dan minuman. Selain itu bagi yang hobi selfie, disediakan beberapa tempat yang unik dan cantik untuk mengabadikan bidikan kamera seperti replika perahu yang terbuat dari bambu dan letaknya menjorok ke tebing.

AYO BACA : Ini Daftar Wisata yang Bisa Dikunjungi di Jalur Alternatif Selatan Jabar

“Suasananya cocok untuk berlibur, apalagi bagi yang ingin suasara alam khas pegunungan dan capek dengan aktivitas padat pekerjaan, “ papar Ali Abduh (34) salah satu pengunjung asal Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, Senin (15/7/2019).

Ditambahkan Ali, geliat wisata alam di Tasikmaaya sudah mulai berkembang salah satunya Puncak Pelita. Karena kebanyakan masyarakat ingin merasakan suasana berbeda saat menghabiskan waktu berlibur.

“Meski ada beberapa kekurangan seperti kurangnya tempat sampah, tapi sejauh ini cukup bagus penataan Puncak Pelita. Lebih dikembangkan pasti akan lebih menarik minat para pengunjung, “ papar Ali.

Puncak Pelita dibuka berdasarkan hasil musyawarah antara warga setempat dengan pemerintah desa pada tahun 2018 dengan bantuan anggaran pemerintah desa. Kedepan, Puncak Pelita akan dikembangkan dengan menghadirkan beberapa fasilitas untuk penarik pengunjung lebih banyak.

Saat ini, pihak desa maupun pengelola masih mengratiskan Puncak Pelita, sementara pembayaran parkir kendaraan dibebankan kepada pengunjung namun tidak ada tariff yang tetap.“Kalau hasil musyawarah akan dikembangkan lebih bagus, nantinya pasti ada penetapan tiket masuk. Tapi secara bertahap saja mungkin karena keterbatasan anggaran pemerintah desa juga,“ papar Abdul Manan (40) salah satu pemilik warung di Puncak Pelita.

AYO BACA : 3 Tempat Wisata Asik di Jalur Mudik Rajapolah-Indihiang

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar