Yamaha

GBLA Tidak Terawat, Siapa Bertanggung Jawab?

  Senin, 15 Juli 2019   Andres Fatubun
Rerumputan liar di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Stadion megah Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kini dalam kondisi memprihatinkan. Dalam sejumlah foto yang beredar luas media sosial dan aplikasi perpesanan, tampak kondisi luar sekitar GBLA tak terawat. 

Ilalang yang tak pernah dipotong tumbuh liar melebihi tinggi tubuh manusia. Sampah dan bekas bakaran berserakan di sejumlah sudut. Sementara di bagian dalamnya, beberapa wastafel hilang dari tempatnya. Begitu juga pipa untuk menyalurkan air ke urinoir raib.  

Kondisi ini jelas mengundang sikap prihatin banyak pihak.

Hikmat Nugraha, seorang mahasiswa yang mengaku sudah 14 kali menonton sepakbola di GBLA menyayangkan kerusakan ini. Sebagai bobotoh, ia mengatakan pembangunan GBLA ini memakan biaya yang sangat besar dan waktu yang lama, seharusnya mendapatkan perawatan yang layak. 

“Bobotoh menyayangkan keadaan GBLA yang sekarang, karena bagaimana pun kita sangat mengharapkan Persib bisa main lagi di GBLA karena jarak yang tidak jauh dari Kota Bandung," katanya.

Ia juga meminta pengelolaan GBLA sebaiknya dibawah PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) saja agar lebih baik.

Hal senada disampaikan Raka Satria. Ia mengatakan jika Pemkot Bandung tidak bisa merawatnya berikan kepada Persib. 

"Sayang, stadion kebanggaan Jabar terbengkalai," katanya singkat.

Sementara itu salah satu anggota bobotoh cantik, Euis Handayani, mengatakan tanggung jawab untuk memelihara GBLA harusnya menjadi kewajiban semua pihak, termasuk masyarakat.

“Stadion GBLA seharusnya tetap dirawat meski tidak ada pertandingan, jangan sampai stadioan terbengkalai seperti bangunan kosong yang tidak terurus. Masyarakat yang ada di sekitarnya pun harus ikut menjaga studion tersebut agar bersih dan tidak terbengkalai,” ucapnya.

Ia menjelaskan pemerintah sebagai pemegang kekuasaan harus bertindak cepat, agar kondisi ini tidak berlarut-larut. Bahkan ia mengusulkan gerakan merawat GBLA.  

Kondisi terbengkalai ini jauh-jauh hari sudah disuarakan Manajer Persib Bandung, Umur Muchtar, Maret 2019.

Ia mengatakan stadion berkapasitas 38.000 penonton tersebut kini percuma. Meluapkan kekesalannya, Umuh pun menyarankan agar stadion GBLA segera dibongkar.  

"GBLA kan sudak tidak layak pakai makanya saya bilang cepatlah bongkar bagikan besinya kepada masyarakat, saya katakan seperti itu. Tapi sampai saat ini tidak ada yang berani menandatangani bahwa itu tidak layak pakai. Itu kan akal-akalan saja, akan bulus saja kan?" kesalnya

Pada Februari silam, Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen menjelaskan kondisi GBLA memang mengalami kerusakan di sejumlah titik, seperti penurunan permukaan tanah dan keretakan di beberapa bagian bangunan. Untuk mengatasi kerusakan tersebut, Pemkot Bandung membentuk tim yang terdiri dari Distaru, Dispora, Dinas PU, dan Polrestabes Bandung. Tim tersebut juga telah bekerja.  

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar