Yamaha NMax

Kim Ungkap Rasanya Patah Tulang Kering

  Senin, 15 Juli 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gelandang Persib Kim Kurniawa. (Eneng Reni/Ayobandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Salah satu kiper andalan Persib Bandung, Deden Natshir diprediksi bakal mengakhiri musim lebih cepat. Hal ini lantaran kiper asal Soreang tersebut menderita cedera patah tulang fibulan dan tibia saat berduel dengan Persija Jakarta, Rabu (10/7/2019). Dengan kondisi ini, Deden pun terpaksa harus menepi minimal enam bulan lamanya untuk memulihkan cedera yang dialami.

Melihat nasib nahas rekan sesama tim, gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan memahami kesedihan yang dialami Deden. Pasalnya, Kim pernah berada di posisi serupa pada tahun 2017.

Kala itu, pemilik nomor punggung 23 di Persib itu harus rela menepi dari lapangan hijau sekitar delapan bulan lamanya lantaran mengalami patah tulang fibula.

"Kemarin saya juga sudah komunikasi sama dia, karena saya emang benar-benar tahu perasaannya seperti apa dapat musibah seperti ini. Jadi saya bilaing ke dia, saya tahu persis gimana perasaan dia seperti apa, karena pernah di posisi yang sama," ungkap Kim usai sesi latihan dj Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (14/7/2019) sore.

AYO BACA : Persib Siap Turunkan Penjaga Gawang Berusia 20 Tahun

Alhasil, gelandang naturalisasi keturunan Jerman itu hanya bisa mendoakan Deden kembali pulih dan menunjukkan performa terbaiknya. Kim pun memberikan semangat kepada Deden. Terlebih, Kim menyebut, dengan karakter Deden yang pantang menyerah, Kim optimistis penyembuhannya bisa lebih cepat.

"Terpenting yakin bisa balik, jangan pernah menyerah walaupun dalam penyembuhan ada naik ada turun tetap semangat. Karena ini kerjaan yang kita cintai. Jadi saya yakin Deden punya karakter yang kuat. Mudah-mudahan juga penyembuhannya lancar, itu yang utama. Secepatnya atau lebih cepat dari perkiraan bisa balik ke lapangan," lanjutnya.

Apalagi Kim paham betul rasa sakit yang dialami Deden. Pasalnya, gelandang berusia 29 tahun itu pun sempat mengalami cedera patah yang hampir serupa saat menghadapi Persija Jakarta pada tahun 2017. Namun nahasnya, Deden mengalami patah yang lebih serius yakni di dua baiain titik yakni tibia dan fibula.

Kim yang notabene berpengalaman dalam cedera seperti ini mengatakan rasa sakit yang dialami bukan saja terasa secara fisik. Namun bagi seorang pesepak bola profesional, mengalami patah tulang amat berat karean bisa menyerang mental pemain.

AYO BACA : Jamu Kalteng Putra, Persib Tanpa 3 Pemain Inti

"Soalnya emang kakinya sakit, tentu sakit banget. Tapi lebih sakit sebenarnya mentalnya. Hatinya lebih sakit karena kita kan udah kebiasaan setiap hari kita latihan, setiap hari kita lari, nendang bola, itu diambil begitu aja. Gak gampang emang apalagi buat berbulan-bulan cedera," tutur Kim.

Kim juga tak memapik bagi para pesepak bola profesional, meski hanya mengalami cedera beberapa hari atau minggu saja sudah gatal ingin kembali merumput. Apalagi dengan cedera yang memakan berbulan-bulan untuk pemulihan. Sontak hal itu begitu mengubah kebiasaan hidup para pemain.

"Soalnya saya dan juga dia juga pastinya jalan pun gak bisa, jadi itu emang hidupnya berubah 180 derajat, susahnya. Tidur susah, mau ngapa-ngapain juga susah karena pakai tongkat juga. Bawa apa-apa aja gak bisa, awalnya saya juga mau bawa apa juga gak bisa karena pakai tongkat," lanjutnya.

Kim juga mengakui proses adaptasi fisik dan mental untuk pemulihan cedera memang menjadi proses sangat sulit. Alhasil, dibutuhkan dorongan moril dari lingkungan, kolega, dan keluarga untuk tetap memberikan semangat bagi pemain yang bersangkutan.

"Memang adaptasi awalnya agak susah, tapi saya yakin pemain kita juga membantu membangun mentalnya dia. Tim dokternya juga urus dia secara kesehatan. Jadi sama-sama kita semua mendukung dan mendoakan dia untuk cepat kembali ke lapangan," ujarnya.
 

AYO BACA : Butuh Penjaga Gawang Baru, Persib Tunggu Regulasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar