Yamaha NMax

Menyulap Kertas Skripsi dan Pensil Jadi Media Bibit Tanaman

  Sabtu, 13 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Pegiat urban farming asal Bandung, Khoerul Anwar yang memanfaatkan kertas bekas skripsi dan pensil menjadi media bibit tanaman. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Pegiat urban farming asal Bandung, Khoerul Anwar, memiliki kegelisahan tersediri terhadap banyaknya tumpukan kertas yang dihasilkan selama proses pembuatan skripsi. Dari seorang mahasiswa saja, kertas yang digunakan bisa beratus halaman, belum lagi bila dirinya menemui sejumlah revisi yang mengharuskannya menggunakan kertas lebih banyak lagi. 

Khoerul yang juga memiliki latar belakang pendidikan teknologi pangan melihat hal tersebut sebagai suatu masalah sekaligus peluang. Masalah, karena berpotensi merusak lingkungan, namun juga berpeluang karena dirinya memahami kertas jenis HVS yang digunakan mahasiswa untuk mencetak skripsi mengandung selulosa—zat yang dapat berguna sebagai media tanam tumbuhan.

Dari hasil berpikir dan serangkaian diskusi, dirinya memutuskan mencoba memanfaatkan tumpukan kertas skripsi tersebut menjadi sarana bercocok tanam yang praktis dan mudah. Hal tersebut berbuah hasil. 

AYO BACA : 10 Tanaman Aneh di Dunia, Dua Berasal dari Indonesia

"Kertas skripsi mahasiswa itu mengandung selulosa, dia bagus untuk dipakai sebagai media tanam karena organik," ungkapnya ketika ditemui Ayobandung.com di Gedung Sate, Sabtu (13/7/2019).

Dia mencoba membuat pulp atau bubur kertas dari tumpukan kertas skripsi tersebut. Lalu, benih tanaman dimasukkan ke dalamnya. Setelah dikeringkan, pulp tersebut dapat ditaruh di pot atau tanah kemudian disiram secukupnya untuk menumbuhkan tanaman. Kepingan pulp tersebut dikemas sebanyak empat buah dan dijual seharga Rp5.000. 

"Tumbuhnya gampang, maka dari itu saya pilih tanaman yang bisa tumbuh selama 2-3 hari biar enggak keburu tumbuh di plastik," ungkapnya.

AYO BACA : 5 Tanaman yang Ampuh Bikin Tidur Makin Nyenyak

Saat ini, benih tumbuhan yang dapat tumbuh dari media tersebut di antaranya adalah sayur-sayuran seperti pakcoy, tomat, sawi, hingga cabai rawit. Satu kepingan kering kertas benih tersebut dapat bertahan selama kurang lebih satu tahun.

Selain memanfaatkan kertas, dirinya yang merupakan pemilik usaha paket bercocok tanam Kutanam.Id juga memanfaatkan pensil sebagai salah satu media tanam tumbuhan. Hal tersebut, dia mengatakan, terinspirasi dari banyaknya pensil bekas pakai yang sudah pendek, yang langsung dibuang oleh pemiliknya.

"Biasanya pensil kalau sudah pendek kan orang malas pakai, belum lagi kalau di budaya Sunda, ada istilah pamali memakai pensil pendek untuk menulis. Ya sudah, daripada begitu saya coba manfaatkan," jelasnya.

Dirinya mengaku terinspirasi dari penelitian di Massachussets University, Amerika Serikat, yang mengembangkan hal serupa.

"Tapi di sana benih-benihnya berbeda seperti oregano atau thyme, di kita enggak tumbuh. Prinsip saya mau bawa hal internasional jadi lokal, dan dipilih benih yang biasai dijumpai," jelasnya.

Cara menggunakannya cukup mudah, taruh atau tancapkan ujung pensil yang dilengkapi kapsul untuk menaham benih, kemudian airi secukupnya. Tanaman akan muncul setelah beberapa hari hingga satu minggu. 

AYO BACA : Menanam Hidroponik Antigagal ala Kutanam.Id

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar