Yamaha Aerox

Pulangkan Habib Rizieq Syihab, FPI Galang Dana Umat

  Jumat, 12 Juli 2019   Hendy Dinata
Habib Rizieq Shihab. (istimewa)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Nama pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kembali mencuat di tengah rencana rekonsiliasi usai Pilpres 2019. Kubu Prabowo Subianto mengajukan sejumlah syarat, salah satunya terkait pemulangan Rizieq ke Indonesia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rizieq sudah lebih dari dua tahun menetap di Arab Saudi setelah pihak kepolisian menjeratnya dengan sejumlah kasus hukum. Akhir April 2017, ia pergi untuk ibadah umrah atau sepekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi bersama Firza Husein.

Sejak itu, Rizieq belum juga pulang ke Indonesia, meski kasusnya sudah dihentikan pihak Polda Metro Jaya.

Selain kasus dugaan konten pornografi, Rizieq juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghinaan Pancasila oleh Polda Jawa Barat. Kasus itu juga telah dihentikan pihak kepolisian pada awal tahun lalu.

AYO BACA : Luhut Binsar: Apa Urusan Rekonsiliasi dengan Rizieq?

Saat di Arab, Rizieq tetap menggalang massa di Pilpres 2019. Ia ikut serta merancang Ijtimak Ulama yang memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sementara, Prabowo juga pernah berjanji akan menjemput Rizieq pulang jika terpilih sebagai presiden.

Perihal overstay menjadi salah satu penghalang Habib Rizieq Syihab untuk kembali ke Indonesia. Pengacara Habib Rizieq menyebut pemerintah seharusnya membayar denda overstay Habib Rizieq. Jika tidak, mereka siap menggalang dana umat. 

Overstay itu kan bukan kesalahan Habib Rizieq karena habisnya visa Habib itu kan 20 Juli 2018. Sebelum tanggal 20 Juli 2018, Habib Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku, kata pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, Jumat (12/7/2019).

AYO BACA : PAN Minta Jokowi Tolak Pemulangan Rizieq Shihab Jadi Syarat Rekonsiliasi

Sugito menyebut Habib Rizieq sudah berupaya keluar dari Arab Saudi beberapa kali sebelum masa visanya berakhir. Namun, menurutnya, institusi resmi di Indonesia meminta Imigrasi Arab Saudi mencekal Habib Rizieq hingga kini overstay. Karena itu, dia menegaskan pemerintahlah yang seharusnya bertanggung jawab membayar denda overstay Habib Rizieq.

Pada waktu itu tanggal 10, 12, 16 mencoba untuk keluar negeri tapi dicekal. Dicekal atas permintaan institusi resmi di Indonesia ke keimigrasian Arab Saudi. Setelah tanggal 20 Juli, dia overstay. Jadi overstay-nya bukan kesalahan Habib Rizieq tapi atas permintaan institusi resmi di Indonesia. Karena overstay, seharusnya, karena bukan kesalahan Habib Rizieq, yang membayar itu pemerintah, jelas Sugito.

Jika pemerintah enggan membayar denda itu, Sugito menyebut pihaknya siap mengkonsolidasikan umat mengumpulkan iuran untuk membantu pembayaran denda overstay Habib Rizieq.

Kalau memang pemerintah tidak bersedia membayar, kami akan konsolidasi umat untuk iuran membantu membayar overstay tersebut, tegas Sugito.

Jangan Habib Rizieq membayar overstay karena kesalahan (pemerintah), overstay itu bukan kesalahan Habib Rizieq. Tapi kalau misalnya pemerintah yang meminta resmi ke keimigrasian Saudi untuk cekal yang menyebabkan Habib overstay tidak bersedia membayar, maka kami akan minta tolong umat untuk mengumpulkan dana membayar mengenai overstay tersebut, tutur Ketua Bantuan Hukum FPI itu.

Menurutnya, konsolidasi umat bisa membereskan perihal denda overstay Habib Rizieq. Dia menegaskan pemerintahlah yang seharusnya membayar denda sekitar Rp 110 juta itu.

Saya akan cobalah untuk konsolidasi umatlah supaya bisa menyelesaikan pembayaran itu. Karena kan kalau Rp 110 juta terus berbagai macam komponen keanggotaan di FPI insyaallah saling bisa membantu untuk menyelesaikan itu, ucap Sugito.

AYO BACA : Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar