Yamaha Mio S

LKD dan Desa Harus Peduli Citarum

  Jumat, 12 Juli 2019   Mildan Abdalloh
Titik Nol Sungai Citarum. (Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa didorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sebagai bentuk partisipasi program Citarum Harum.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengatakan, kepedulian desa dan LKD sudah didukung oleh Kementeriam Desa dan PDTT. Bahkan pada Kamis (11/7/2019) Kementerian Desa menggelar pertemuan dengan LKD dan pendamping Desa yang secara khusus membahas masalah pengendalian pencemaran lingkungan di Kabupaten Bandung.

AYO BACA : Ini Cara Pemkab Bandung Atasi Masalah Sungai Citarum

Tata mengatakan Desa yang terletak di daerah aliran sungai (DAS) harus turut andil dalam penyelesaian pencemaran di sungai yang sempat mendapat predikat terkotor di dunia tersebut.

Kami imbau agar Desa di Kabupaten Bandung yang berada di sepanjang DAS Citarum untuk membuat program dan kegiatan yang tidak melupakan aspek lingkungan, turur Tata, Jumat (12/7/2019).

AYO BACA : Bank Sampah Salah Satu Solusi Banjir dan Pencemaran Citarum

Terlebih kata Tata rata-rata jumlah APBDes setiap desa berkisar Rp2 miliar sampai Rp3 miliar/tahun. Anggaran tersebut bisa digunakan sebagiannya paling tidak untuk engelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di desa masing-masing. Dia meminta para kades dan LKD  memperhatikan kondisi lingkungan secara serius.

“Sampah rumah tangga mesti dikelola. Selain pemukiman menjadi bersih, juga mendatangkan rupiah. Lingkungan tempat tinggal pun sehat. Efek domino yang positif beginilah kita rangsang di desa-desa yang berada DAS Citarum,” ujarnya.

Pemkab Bandung, lanjut Kadis PMD, sudah mengalokasikan dana pengelolaan sampah rumah tangga warga. Nama programnya raksa desa. Melalui program ini lingkungan menjadi bersih dan sehat, Citarum juga tidak menjadi sasaran tempat pembuangan sampah rumah tangga.

Beberapa program berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dalam memproteksi pencemaran Citarum, juga telah dilakukan Pemkab Bandung. Seperti pembuatan septic tank (pembuangan tinja) komunal dari rumah-rumah warga, dan kegiatan penghijauan lingkungan.

“Ini semua kita lakukan agar Kabupaten Bandung bebas sampah di 2020 terwujud,” tuturnya.

AYO BACA : HUT Kabupaten Bandung: Masyarakat Ingin Selesaikan Banjir dan Sampah

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar