Yamaha Aerox

Masjid Lautze 2 Bandung, Rumah Bagi Para Mualaf

  Jumat, 12 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Masjid Lautze 2. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Bagi warga Bandung, bangunan masjid bercat kuning-oranye dengan ornamen khas budaya Tionghoa di Jalan Tamblong mungkin sudah tidak asing lagi. Masjid Lautze 2, yang didirikan pada 22 tahun silam tersebut memang terbilang unik dibanding masjid-masjid lain di Kota Kembang.

Selain karena ornamen dan eksterior khas-nya yang mencuri perhatian, kegiatan di dalamnya juga dapat dikatakan istimewa--terutama bagi sebagian warga yang belum lama memeluk Islam atau mualaf. Tempat yang terdiri dari dua bangunan bersebelahan dengan kapasitas ratusan orang tersebut bukan sekedar berfungsi sebagai tempat beribadah, namun juga sebagai tempat singgah, atau bahkan rumah.

Awalnya masjid ini kecil banget, hanya muat 70 orang, ungkap Pembina Yayasan Masjid Lautze 2, Hernawan, saat ditemui di masjid tersebut, Jumat (12/7/2019).

Namun, sering berjalannya waktu, renovasi bertahap dari para donatur pun dilaksanakan. Saat ini, Masjid Lautze 2 kerap menjadi salah satu tempat singgah beristirahat pagi para musafir maupun pengendara yang melintas. Sejumlah kudapan maupun minuman rutin disediakan secara cuma-cuma. 

Sejak dulu, masjid tersebut difungsikan sebagai wadah bagi para warga Tionghoa yang sudah memeluk Islam dan yang hendak memeluk Islam untuk mempelajari agamanya secara lebih mendalam. Bagi sebagian warga Tionghoa, memilih untuk memeluk Islam bukan tanpa konsekuensi. 

AYO BACA : Kisah Para Mualaf di Masjid Lautze

Hernawan mengatakan, kadangkala ada masalah ekonomi yang terjadi akibat pilihan tersebut.

Biasanya setelah jadi mualaf, dia ada masalah, bukan karena ada masalah terus jadi mualaf. Biasanya masalah ekonomi, karena diputus semua sumber-sumber ekonominya, ungkapnya.

Untuk itu, Masjid Lautze 2 hingga saat ini juga difungsikan sebagai tempat tinggal sementara bagi mualaf yang perlu berjuang. Ada dua kamar tidur yang dapat menampung hingga enam orang, lengkap dengan ruang tamu dan dapur di lantai atas masjid.

Lantai atas sudah kita renovasi jadi rumah singgah sementara. Ada dua kamar dan satu ruang tamu , dua kamar isi empat atau enam orang, kamar mandi, dan dapur sehingga mualaf untuk sementara bisa tinggal di sana, ungkapnya.

Hal demikian dinilai dapat sangat membantu mualaf untuk merasa diterima sehingga merasa nyaman untuk mempelajari Islam lebih lanjut.

AYO BACA : Imlek, Dua Mualaf Ucapkan Syahadat di Masjid Lautze

Mualaf itu harus, istilahnya, dimanusiakan, diakui dan kebutuhannya dipenuhi. Kadang kalau datang ke tempat lain belum tentu ada kawan, karena bukan komunitasnya, ungkapnya. 

Selain bisa mendapat tempat untuk tinggal sementara, Hernawan mengatakan, mualaf yang perlu berjuang dalam kesehariannya juga tak jarang dibantu untuk dapat kembali mandiri. Meski demikian, tak seluruhnya berada dalam kondisi demikian. Masjid ini juga memiliki program pembinaan rutin yang dapat diikuti mualaf manapun--atau bahkan orang yang baru tertarik pada Islam--untuk mendalami Islam secara bertahap.

Program yang dikerjasamakan dengan Masjid Salman Bandung dan dinamai 'Mualaf Care' tersebut diadakan setiap minggu. Selain untuk mengaji, kegiatan tersebut juga merupakan ajang silaturahmi untuk para mualaf dari berbagai daerah, tak terbatas di Kota Bandung.

Rutin tiap minggu, alhamdulillah selalu penuh, ramai, silaturahmi lah karena mereka butuh komunitas. Ada yang datang dari Tangerang khusus untuk pembinaan, ada yang dari Kalimantan, sampai dari Jogja. Mereka memang sudah merasa jadi bagian dari Lautze, tuturnya. 

Saat ini, masjid tersebut hendak kembali diperluas hingga menjadi dua setengah lantai. Tahap pembebasan lahan dan pembangunan gedung baru rencananya akan dilakukan mulai tahun ini. Nantinya, Hernawan mengatakan, akan disediakan kantin murah yang dapat dimanfaatkan warga untuk beristirahat.

Ini nanti (bangunan di samping kanan) jadi kafe-nya Lautze, musafir yang butuh makanan murah bisa datang ke situ. Minuman juga disediakan, ungkapnya. 

Selain itu, pihaknya juga telah memulai membangun rumah singgah-rumah singgah baru bagi para mualaf, di antaranya di Kabupaten Bandung Barat bekerjasama dengan Baitul Quran Singapura, Kampung Singapura, Kecamatan Cipatat.

Ada tanah dua hektar di sana. Kedua, akan beli rumah-rumah tipe 70 dan 60 kemudian direnovasi. Ini sudah kita lakukan. Pelan-pelan tapi pasti, pungkasnya.

AYO BACA : Perluasan Masjid Lautze 2, Badan Wakaf Salman ITB Wakafkan Rp150 Juta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar