Yamaha

Pondok Pesantren Sebagai Garda Terdepan Percontohan Pendidikan Keagamaan

  Jumat, 12 Juli 2019   Andres Fatubun
Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat, Anwar Yasin, bersama pengurus Ponpes KH Zaenal Mustofa, Sukamanah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (12/7/2019).

TASIK, AYOBANDUNG.COM -- Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan tertua di Republik Indonesia yang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia. Untuk itu Pesantren mempunyai peran yang sangat berpengaruh untuk penyusunan raperda pendidikan keagamaan. 

Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat, Anwar Yasin menyebutkan, perda pendidikan keagamaan di Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu realisasi visi misi Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2018-2023. 

Maksud dan tujuan dibuatkan perda ini merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi dalam mengembangkan pendidikan keagamaan. Sehingga pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan lainnya mempunyai payung hukum yang jelas, dan kedepannya bisa dialokasikannya dana APBD maupun dana yang lainnya untuk kemajuan pendidikan keagamaan. 

“Sehingga generasi penerus bangsa di Jawa Barat mempunyai tingkat kecerdasan intelektual dan spritual yang seimbang,” ujar Anwar di Ponpes KH Zaenal Mustofa, Sukamanah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (12/7/2019).

Selain itu, lanjut Anwar, Pansus II mengapresiasi apa yang sudah berjalan di Ponpes KH. Zainal Mustafa ini baik sistem belajar mengajar ataupun tenaga pendidik yang baik. 

Pasalnya, tidak semua ponpes memiliki sisitem pendidikan yang otpimal hingga mendapatkan output santriwan dan santriwati berkualitas. 

AYO BACA : Sinkronisasi Pembangunan di Wilayah Bogor Harus Sinergis

“Pola pendidikan inilah yang seharusnya bisa juga diterapkan di masyarakat sebagai bagian dari pendidikan informal,” kata Anwar menambahkan.

Peran pesantren bisa mempermudah dalam proses penyusunan raperda Pendidikan Keagamaan di Provinsi Jawa Barat. 

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren KH. Zainal Mustafa memaparkan sejarah dan perjuangan Ponpes KH. Zainal Mustafa bersama para santrinya dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. 

Selain itu Pimpinan Ponpes juga menyampaikan aspirasinya terkait upaya dalam memajukan pendidikan keagamaan di Provinsi Jawa Barat serta berharap Ponpes tidak dijadikan sebagai objek "politik" akan tetapi para politisi atau wakil rakyat bisa bersama benar-benar memajukan pondok pesantren.

Sementara itu ketua Pansus II DPRD Jawa Barat, Anwar Yasin mengapresiasi apa yang sudah berjalan di Ponpes KH. Zainal Mustafa ini baik sistem belajar mengajar ataupun tenaga pendidik yang baik. 

Ia juga mengatakan peran pesantren bisa mempermudah dalam proses penyusunan raperda Pendidikan Keagamaan di Provinsi Jawa Barat. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar