Yamaha

Iwa Karniwa: Pemasaran Jadi Kendala Utama Pengembangan UMKM di Jabar

  Jumat, 12 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa (ketiga dari kiri) saat mengisi talkshow The Big Start Indonesia Season 4 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, saat ini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi  salah satu sektor yang paling menjanjikan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Jabar. Oleh karena itu, pihaknya tengah menggenjot pengembangan UMKM dari berbagai sektor.

Namun, pemasaran produk, dia mengatakan, menjadi salah satu tantangan penggiat UMKM. Banyak produk bermunculan dari berbagai daerah dengan kemasan yang baik, namun kurang dapat dipasarkan secara maksimal.

AYO BACA : Berdayagunakan Teknologi, Gojek Berikan 'Kuliah' Bisnis untuk 150 UMKM Jabar

"Pemprov Jabar sudah mendorong dari berbagai hal, salah satunya sertifikasi halal, dan dari kemasan juga produksi sudah dikoordinasikan dengan Disperindag, namun tentu enggak cukup. Kita punya keterbatasan di bidang pemasaran," ungkapnya ketika ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, selepas mengisi talkshow bersama Blibli.com, Jumat (12/7/2019).

Untuk mengatasi hal itu, dia mengatakan, pihak Pemprov Jabar tengah mengupayakan berbagai cara untuk mendorong pemasaran produk UMKM secara digital. Salah satunya menggaet perusahaan e-commerce untuk bekerja sama lewat program-program khusus.

AYO BACA : Dorong UMKM, DJP Jawa Barat I Gelar Business Development Service

"Di era sekarang milenial sudah serbadigital, tentu pemasaran juga harus dilakukan dengan cara digital. Kita dorong penuh hal itu. Alhamdulillah sekarang kita punya partner, salah satunya Blibli.com," ungkapnya.

Di samping melangsungkan kerja sama dengan e-commerce, Iwa mengatakan, pihaknya akan mengupayakan peningkatan konektivitas internet di seluruh desa di Jabar agar UMKM yang berkembang di berbagai desa melalui Badan Usaha Milik Desa dapat turut dipasarkan secara digital.

"Kita sudah dorong setiap desa diarahkan ke program One Village One Product termasuk sarana dan prasarana-nya. Insyaallah di lebih dari 5.700 desa akan dibangun. Bahkan ada BUMDES yang khusus menangani masalah kesisteman. Nanti seluruhnya tersambung," ungkapnya.

Dia menjelaskan, upaya 'digitalisasi desa' tersebut dilakukan atas kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Sehingga seluruh masyarakat desa bisa bekerja di desa, enggak usah urbanisasi," pungkasnya. 

AYO BACA : Gandeng Pemprov Jabar, Blibli.com Buka The Big Start Season 4

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar