Yamaha Mio S

Pengguna Ponsel Indonesia Masih Minim Lakukan Cadangkan Data Secara Rutin

  Jumat, 12 Juli 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Research Director Deka Insight, Mamik S. Leonardo, saat menyampaikan hasil survei 'Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management.

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone alias gawai, jumlah konten digital mengalami pertumbuhan pesat. Menurut Newzoo Global Mobile Market Repost pada September 2018, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia telah mencapai 27,4%2. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna di Indonesia. 

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak keenam di dunia. Oleh sebab itu, tren dalam aktivitas digital dan manajemen data masyarakat urban Indonesia menjadi menarik untuk ditelusuri lebih jauh. 

Baru-baru ini, sebuah survei yang dilakukan Deka Insight berjudul 'Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management' mengungkapkan, 67 persen orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone-nya, yang berujung pada perasaaan kesal.

Alhasil, lebih dari 80 persen responden telah menyadari pentingnya melakukan back-up data. Namun, pada praktiknya hanya sepertiga dari mereka yang melakukan back-up secara teratur.

Research Director Deka Insight, Mamik S. Leonardo menyampaikan, dari survei ini didapat pola kebiasaan back-up data mayoritas orang Indonesia masih minim. Padahal sebanyak 97 persen responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka.

Riset ini pun dilakukan pada 27 Februari - 11 Maret 2019 dengan melibatkan 1.120 responden dari enam kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.  

"Dari survei ini juga didapat responden yang Iebih muda cenderung Iebih banyak menggunakan smartphone mereka untuk Iebih banyak fungsi, mulai dari gaming, navigasi, video, dokumen dan lainnya terus bertambah setiap harinya,” kata Mamik di Bandung, Jumat (12/7/2019).

Mamik juga menjelaskan, dari survei tersebut ditemukan sebanyak 67 persen responden mengaku pernah kehilangan data di ponsel mereka. Alasannya entah hilang karena virus, data tidak sengaja terhapus atau bahkan karena kerusakan pada ponsel pintar. Yang pasti, hilangnya data itu berujung pada perasaan kesal dan kecewa.  

"Ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna smartphone kehilangan data mereka. Beberapa di antaranya adalah memori yang penuh sehingga mereka harus menghapus data, perangkat yang rusak, virus, file yang rusak, atau kehilangan perangkat," katanya.

Karenanya menurut Mamik, idealnya seseorang pengguna aktif gadget melakukan back-up data sesering mungkin bahkan jika bisa dilakukan setiap hari. Untuk lebih memudahkan back-up data, pengguna ponsel bisa memanfaatkan layanan fitur back-up data. Sehingga data bisa di-back-up secara otomatis setiap harinya.

"Walaupun sebanyak 67% responden pernah mengalami kasus kehilangan data sebelumnya, hanya sepertiga dari mereka yang rutin melakukan pencadangan atau back up data sebulan sekali (atau lebih). lni menunjukkan sebagian besar responden belum memiliki rencana atau jadwal back-up yang teratur, padahal back-up merupakan haI yang vital untuk dilakukan di era serba digital ini," lanjutnya.

Berdasar rincian hasil survei, lanjut Mamik, ditemukan fakta 90 responden menggunakan ponsel pintar untuk memotret. Lalu 87 persen responden menggunakan ponsel pintar untuk menelpon dan 72 persen responden menggunakan ponsel untuk chatting

"Akibatnya, data yang ada pada smartphone hampir seluruhnya terdiri dari foto 98 persen dan video 79 persen. Karenanya dari survei ini juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti ‘kamera’," ujarnya.

Oleh karenanya, Western Digital dengan produk mobile storage dengan brand SanDisk, yaitu SanDisk Dual Drive dan iXpand Flash Drives mencoba membantu pengguna gawai mengelola dan mem-backup data dengan mudah dan cepat. Apalagi Sales Manager Western Digital, Tjhin Merry menyebut, kehadiran smartphone telah menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari. 

"Kami ingin memberikan solusi kepada para pengguna dengan mempermudah dan mempercepat proses penyimpanan dan back-up data di perangkat mobile. Karena kita menggunakan smartphone untuk menyimpan dan berbagi tentang kehidupan kita, baik itu mengambil foto atau video untuk berbagi kenangan, atau untuk menjaga hubungan dengan rekan dan kerabat melalui telepon, SMS, atau media sosial. Namun saat kita sibuk membuat konten, kerap kali kita lupa untuk melindungi konten penting tersebut," katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar