Yamaha Lexi

Jokowi Ingin Menteri Muda, Pengamat: Jangan Latah

  Jumat, 12 Juli 2019   M. Naufal Hafizh
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (27/6/2019). Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia bersatu kembali untuk membangun dan memajukan Indonesia. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Pengamat politik, Adi Prayitno, mengatakan, jika Jokowi ingin menghadirkan menteri usia muda atau milenial di Kabinet Kerja Jilid II pertimbangannya murni karena kompetensi bukan karena “latah” mengikuti negara-negara lain.

“(Pemilihan menteri) milenial ini jangan hanya latah-latahan karena di negara lain ada milenial yang menjadi menteri kita juga ikut-ikutan juga jangan dipakskan juga. Kalau kelompok milenial yang kita cari tidak ada, enggak perlu dipaksakan,” kata Adi seperti dilaporkan Antara, Jumat (12/7/2019).

AYO BACA : Perindo Usulkan Angela Tanoesoedibjo Jadi Calon Menteri Muda Jokowi

Menurut dia, penentuan menteri milenial yang layak akan sangat rumit. Hal ini karena selain cerdas dan memenuhi kualifikasi, menteri dengan usia sekitar 30 tahun ini harus tahan banting dan mampu dengan total membantu presiden mewujudkan visi, misi, dan janji politik yang sudah dinanti masyarakat.

“Bukan hanya masalah anak muda, melainkan dia akan cenderung lugu menghadapi realitas politik yang sesungguhnya karena menteri itu suka tidak suka harus menghadapi kritik dari kalangan bukan dari oposisi, bahkan partai pendukung pemerintah,” ujarnya.

AYO BACA : Bocorkan Soal Menteri, Jokowi Sebut Ada Banyak Wajah Lama

Selain itu, Adi mengingatkan menteri milenial yang dipilih juga mempunyai dukungan penuh dari partai politik agar mampu bertahan dan terbebas dari rong-rongan politik dari unsur oposisi maupun partai pendukung pemerintah.

“Dinamika sistem politik kita ini susah ditebak. Mungkin ada milenial pinter cerdas punya kapasitas. Kalau tidak punya backup politik, dia bisa terancam di-bully di Senayan karena tempat ini hutan belantara,” katanya.

Pada prinsipnya dia mendukung. Akan tetapi, di sisi lain kualitas kompetensi totalitas mendukung presiden dan mendapat dukungan partai itu yang paling penting.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengisyaratkan pembentukan kementerian baru sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman, salah satu upayanya adalah memberi tempat untuk anak muda dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun masuk dalam Kabinet Kerja Jilid II.

Hingga kini Jokowi belum mengumumkan nama-nama menteri yang berasal dari kalangan partai maupun nonpartai.

AYO BACA : Selenggarakan Acara Visi Indonesia, Kubu Jokowi Undang Prabowo

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar