Yamaha NMax

Tolak Penghapusan Pelajaran Agama, Pemprov Jabar Siapkan Perda

  Jumat, 12 Juli 2019   Irpan Wahab Muslim
Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Praktisi Pendidikan Setyono Djuandi Darmono sempat menyarankan Presiden Joko Widodo agar meniadakan pendidikan agama di sekolah. Menurutnya, pendidikan agama merupakan tanggungan orang tua serta guru agama, bukan guru di sekolah. Seterusnya, dia memandang pendidikan agama cukup diberikan di sarana peribadatan umatnya masing-masing, seperti di masjid, gereja, vihara, dan lainnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan banyak pihak. Tak terkecuali dengan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil yang menegaskan menolak apabila pendidikan agama dihapuskan dari mata pelajaran sekolah.

Penolakan ini, lanjut Ridwan, karena semua dimensi pembangunan yang dilakukan harus dilandasi sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan yang maha Esa. Ridwan Kamil juga melihat pendidikan agama itu sangat penting, sehingga pihaknya tengah merumuskan peraturan daerah (perda) berkenaan pendidikan agama.

"Perda itu untuk memberikan dukungan pada pendidikan agama di seluruh Jawa Barat, " terang gubernur akrab disapa Emil ini saat berkunjung ke Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jumat (12/7/2019).

Penolakan juga dilontarkan pimpinan Pondok Pesantren Abdul Jabbar Kabupaten Tasikmalaya KH. Abdul Hakim. Ia menilai, penghapusan pelajaran agama tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Ia pun menilai, justru dengan keberadaan agama-agama lain selain Islam di Indonesia, maka tak wajar bila pelajaran agama dihapuskan. Ia tegas menolak hal tersebut jika dituangkan menjadi sebuah kebijakan pemerintah.

"Saya tidak setuju dan menolak jika aturan itu ditetapkan dan bukan hanya isu, " ujar Abdul Hakim.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar