Yamaha Mio S

Rancangan Permendes Prioritas Dana Desa Tahun 2020 Dikebut

  Jumat, 12 Juli 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi petani desa. ((Muhammad Dzikri/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan pembahasan rancangan Permendes tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020  rampung bulan ini.

Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) Kemendesa PDTT-RI Taufik Madjid mengatakan setelah pembahasan rampung, pihaknya akan langsung mengirim hasil kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk proses harmonisasi.

"Juli ini harus kelar. Sebab tahapan proses perencanaan pembangunan di desa segera berjalan," tutur Taufik, Jumat (13/7/2019).

AYO BACA : 231 Desa di Tasik Belum Bebas BAB Sembarangan

Taufik mengatakan secara umum arah Dana Desa 2020 lebih fokus pada dua hal. Yakni, peningkatan SDM dan pemberdayaan ekonomi desa. Sebab, selama lima tahun terakhir, pembangunan infrastruktur di desa sudah sangat memadai dibiayai Dana Desa. 

“Presiden berharap daya ungkit ekonomi desa sesuai dengan harapan. Dana Desa jangan diecer-ecer diberi kepada desa, sehingga dampaknya signifikan terhadap pembangunan ekonomi desa, ”ujarnya.

Dalam pembahasan, lanjut Taufik, pihaknya melibatkan sejumlah kementerian. Pelibatan kementerian dan lembaga terkait dalam membahas rancangan Permendes Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, sengaja dilakukan.

AYO BACA : 19 Tahun Dihuni, Lahan Transmigrasi Lokal Legok Pal Tasikmalaya Belum Tersertifikasi

Dia memaparkan, meski Permendes merupakan produk internal Kemendes PDTT, pelibatan pihak lain juga tak kalah penting. Sebab, aspek pembangunan di desa juga terkait dengan sejumlah kementerian/lembaga lainnya. 

“Pelibatan model begini akan terus kami lakukan ke depan, bilamana rancangan Pemendes Prioritas Dana Desa mulai dibahas,”katanya.

Terlebih dalam penanganan kemiskinan di desa, lanjut Taufik, mesti dilakukan secara masif oleh kementerian terkait, agar persentase kemiskinan di desa terus menurun. “Angka kemiskinan kita di posisi satu digit. Secara nasional, sebanyak 1,2 juta terjadi penurunan angka kemiskinan. Salah satu yang memberi kontribusi keberadaan Dana Desa. Pencapaian ini ditingkatkan lagi, khususnya penurunan kemiskinan di desa,”ujarnya.

Kemendesa, terus melakukan berbagai upaya dalam menyeleraskan pembangunan dan pemberdayaan desa dengan kementerian/lembaga lainnya. Seperti dengan Kementerian Naker, Kemenkes, BNN, BPOM dan lainnya. Hal itu dilakukan demi pelibatan pihak-pihak terkait dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakatnya. 

Taufik mengingatkan agar implementasi Permendes Prioritas Penggunaan Dana Desa sangat penting dikawal sampai di desa. Desa-desa yang mememdomani Permendes sudah saatnya diberikan reward. Sebaliknya, desa yang tidak melaksanakan Permendes ini juga harus diberikan punishment (sanksi). 

“Sebaiknya, Kementerian Keuangan yang memikirkan sanksinya. Ini lebih mujarab,” tutupnya.

AYO BACA : 8 Kincir Air Desa Manggungsari Hindarkan Sawah Kering saat Kemarau

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar