Yamaha Aerox

Ini 8 Posko Layanan Jemaah Haji Indonesia di Makkah

  Jumat, 12 Juli 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi jemaah haji Indonesia. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

MAKKAH, AYOBANDUNG.COM -- Petugas haji Sektor Khusus pada musim haji tahun 2019 membuka delapan posko layanan untuk jemaah haji Indonesia di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Jaetul Muchlis, yang juga Kepala Satuan Operasi Armuzna, mengatakan petugas Sektor Khusus (Seksus) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ada di Madinah dan Makkah.

"Di Makkahakan ada delapan posko Seksus yang dibuka untuk melayani jemaah Indonesia," katanya di Makkah, Kamis (12/7/2019) malam.

AYO BACA : Hendak Menuju Embarkasi, Calhaj Tasik Meninggal karena Serangan Jantung

Posko petugas Sektor Khusus di Makkah meliputi antara lain Posko 1 Marwah, Posko 2 Haram, Posko Bab Ali, Posko Haram Team Kesehatan (Syeib Amiir), Posko 3 Tower Zam Zam, Posko 4 Dar Al Tawhid, Posko 5 Mataf, dan Posko 6 Darul Arqam.

Posko 1 berada di pintu keluar Bukit Marwah, Posko 2 ada di dalam Masjidil Haram, Posko 3 di bawah Zamzam Tower, Posko 4 di depan Hotel Dar Al Tawhid, Posko 5 di dekat Hijr Ismail, dan Posko 6 di dekat pintu Babussalam. Petugas haji sektor khusus, kata Jaetul, menyediakan layanan perlindungan, kesehatan, dan bimbingan ibadah.

AYO BACA : Penyakit Pikun Kerap Dijumpai pada Jemaah Haji Lansia

"Kami buat inovasi beberapa tahun ke belakang, sehingga Seksus dibentuk dari tiga unit layanan," katanya.

Pembentukan posko pelayanan sektor khusus dilakukan berdasarkan hasil pemetaan potensi krisis dan persoalan yang kerap dihadapi oleh jemaah haji Indonesia di titik-titik tertentu. Umumnya, menurut dia, persoalan yang kerap muncul di kalangan jemaah berawal dari kebingungan karena terpisah dari rombongan.

"Pesan kami jemaah tidak usah membawa perhiasan atau berharga lainnya. Kalaupun sudah terlanjur, tidak dibawa ke tempat ibadah. Termasuk uang living cost atau uang saku tidak dibawa ke tempat ibadah. Bisa jadi tercecer atau bahkan mengundang tindakan kriminal orang yang tidak bertanggung jawab," katanya.

AYO BACA : Profesi "Tukang Ngarit" Tak Halangi Pasutri Ini Tunaikan Haji

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar