Yamaha Mio S

Kekeringan Ekstrem Ancam Cirebon, Indramayu, dan Majalengka

  Jumat, 12 Juli 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi kekeringan ekstrem. (Kavin Faza/ayobandung.com)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Kabupaten Majalengka memprakirakan, kekeringan ekstrem mengancam wilayah Cirebon, Indramayu, dan Majalengka. Hal itu terjadi karena selama kurang lebih 60 hari tidak ada hujan.

AYO BACA : 29.913 Hektar Sawah di Jabar Alami Dampak Kekeringan

"Yang berpotensi kekeringan ekstrim terjadi di Kabupaten Cirebon, Indramayu, dan Majalengka," kata Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi Ahmad Faa Iziyn di Majalengka, Kamis (11/7/2019).

AYO BACA : Kemarau, 7 Kabupaten/Kota di Jabar Terdampak Kekeringan

Di Kabupaten Indramayu ada beberapa kecamatan yang masuk kekeringan ekstrem seperti Gantar, Indramayu, Jatibarang, Cikedung, Cipancuh, dan Temiyang.

Sementara untuk kecamatan yang berada di Kabupaten Cirebon yaitu Susukan, Weru, Mundu, Lemah Abang, Pabuaran, Sumber, Talun, Ciwaringin, Klangenan, Greged, Astanajapura, Plumbon, Palimanan, dan Karang Sembung.

"Sedangkan di Kabupaten Majalengka kecamatan yang berpotensi kekeringan ekstrem seperti Ligung, Banjaran, Cikijing, Jatiwangi, Talaga, Cigasong, Bantarujeg, Maja, Leuwimunding, Kertajati, Argapura, Rajagaluh Lor dan Jatitujuh," tuturnya.

Untuk itu BMKG mengimbau, agar warga dan pemerintah terkait bisa meminimalkan adanya kekurangan pasokan air bersih selama tidak adanya hujan di daerah itu. "Harus ada persiapan dari warga dan pemerintah untuk menyediakan air bersih selama musim kemarau ini," katanya.

AYO BACA : BMKG: Kekeringan di Indramayu, Bekasi, dan Karawang Berstatus Awas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar