Yamaha NMax

Memasuki Kemarau, PDAM Tirtawening Imbau Warga Miliki Tangki Persediaan Air

  Kamis, 11 Juli 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi - Sejumlah warga mengambil air di sumur umum komplek Janatipark, Cibeusi, Kabupaten Sumedang, Senin (8/7/2019). (Muhammad Fikri/ayobandung.com))

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Sub Bidang Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wening Kota Bandung, Muhamad Indra Pribadi mengimbau masyarakat untuk memiliki penyimpanan air seperti tangki bawah tanah, maupun tangki biasa. Ia juga meminta masyarakat untuk bijak menggunakan air dalam menjalani aktifitas sehari-hari guna mengantisipasi kekeringan.

"Memang kita sekarang sudah mulai musim kemarau, sudah terasa, ini siklus cuaca setiap tahunnya, tidak bisa hindari. Krisis air bisa terjadi kapan saja, apalagi kekeringan telah terjadi di sejumlah daerah imbas dari musim kemarau," kata Indra di Kantor PDAM Tirta Wening, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Rabu (10/7/2019).

AYO BACA : 58 Kawasan Permukiman di Kota Bandung Terhambat Distribusi Air PDAM

Ia menyebutkan pihak PDAM hanyalah operator pelayanan distribusi air kepada masyarakat. Air yang didistribusikan berasal dari air baku yang diolah menjadi air bersih.

"Kalau misalnya tidak ada air baku, kita tidak bisa mengolah, dan ini yang harus dipahami oleh masyarakat bahwa PDAM itu tidak membuat air. Mudah-mudahan tidak terjadi (krisis air), tetapi jika terjadi, setidaknya kita sudah mempunyai persiapan persediaan air jika memiliki tangki," katanya.

AYO BACA : Produksi PDAM Tirtawening Terganggu, Sejumlah Daerah Terdampak

Walaupun demikian, untuk menghemat air itu kembali ke perilaku pribadi masyarakat masing-masing. Selain itu juga kemarau yang menyebabkan kekeringan, kata dia, dipicu oleh perubahan iklim yang menjadi tanggung jawab bersama.

"Jadi PDAM semaksimal mungkin kalau sudah memasuki masa kemarau, kita melakukan pengurasan intake-intake (serapan air) kita, agar bisa memaksimalkan debit yang ada," kata dia.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau pada 2019 ini akan terjadi pada Agustus. Daerah Jawa Barat sendiri termasuk ke dalam kategori awas.

AYO BACA : Krisis Air Bersih, Warga Kiaracondong Ramai-ramai Datangi SPBU

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar