Yamaha NMax

Sekda Jabar: Kunci Percepatan Tol Cisumdawu Ada di Konsinyasi Lahan

  Rabu, 10 Juli 2019   Dadi Haryadi
Sekda Jabar, Iwa Karniwa. (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah fokus mendorong agar penyelesaian pembebasan lahan di Tol Cisumdawu berlangsung cepat.

Sekda Jabar, Iwa Karniwa mengakui Kementerian PUPR, Kementerian BUMN dan BPJT sudah meminta Pemprov membantu akselerasi pembangunan Tol Cisumdawu terutama di seksi I Cileunyi-Rancakalong dan Seksi II Rancakalong-Sumedang. 

“Kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Gubernur, kuncinya untuk dua seksi ini ada di konsinyasi lahan,” ujarnya di Gedung Sate, Bandung, Rabu (10/9/2019).

AYO BACA : Ditarget Rampung 2020, Tol Cisumdawu Bakal Gairahkan Bandara Kertajati

Saat ini untuk seksi I yang sudah mencapai 68% sejumlah lahan yang dibebaskan tinggal menunggu pemberkasan sementara seksi II dengan 92% penguasaan lahan menyisakan dari 51 lahan yang dilakukan konsinyasi tinggal 34 lahan yang belum bersedia. “Untuk yang 17 sudah bersedia dilakukan pembayaran dan segera pembebasan lahan,” tuturnya.

Dia juga mengatakan pihaknya akan mendorong proses pengajuan konsesi lahan Perhutani yang diajukan oleh Badan Usaha Jalan Tol Cisumdawu PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) untuk seksi VI Ujungjaya-Dawuan izinnya bisa berlangsung cepat. “Lahan Perhutani seluas 160 hektar terkena jalan tol, ini sedang dalam proses. Kita bantu proses administrasi termasuk pergantiannya,” katanya.

Menurutnya diharapkan dengan upaya ini maka seksi I dan II juga seksi III Cileunyi bisa dioperasikan akhir 2019 atau awal 2020 mendatang. “Ini untuk menopang kemudahan akses menuju Bandara Kertajati,” katanya.

AYO BACA : Sekda Jabar Paparkan Perkembangan Pembangunan Tol Cisumdawu

Direktur Teknik PT Citra Karya Jabal Tol (CKJT) Bagus Medi mengatakan seksi III sepanjang 4 kilometer tersebut saat ini sudah menunjukan progres pembangunan fisik yang signifikan. “ Fisik saat ini sudah 74%, kami siap di Oktober 2019 selesai,” katanya.

Menurutnya percepatan ini terjadi mengingat penguasaan lahan oleh CKJT di seksi tersebut tinggal menyisakan 1%. Jika Oktober sudah rampung, Bagus optimis ruas ini bisa dioperasikan bersamaan dengan seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 17 kilometer. “Pak Menteri sudah minta akhir 2019, tapi kami melihat kemungkinan baru di awal 2020,” tuturnya.

Usai seksi III, CKJT dipastikan akan mendahulukan pembangunan fisik di seksi VI Ujungjaya-Dawuan guna menopang akses ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Terlebih penguasaan lahan di seksi tersebut jauh lebih baik dibanding seksi IV dan V. “Seksi IV dan V tanahnya masih 0%, seksi VI sudah 16%,” paparnya.

Bagus menuturkan untuk mempercepat seksi VI pihaknya sudah meminta bantuan dari Pemprov Jawa Barat untuk memfasilitasi penggunaan lahan milik Perhutani yang mencapai 58% kebutuhan lahan. “Kami meminta bantuan agar Perhutani melepas lahan, supaya bisa langsung konstruksi,” katanya.

Surat pengajuan konsesi pemakaian lahan ini sudah diserahkan pihaknya pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan tinggal menunggu izin lebih lanjut. “Kami sekarang posisinya menunggu lahan, kami belum bisa melaksanakan konstruksi kalau lahan masih 16%,” ujarnya.

AYO BACA : Ridwan Kamil: Kolaborasi Jadi Kunci Akselerasi Pembangunan Tol Cisumdawu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar