Yamaha Mio S

Tanggapi Vonis Bahar Smith, MUI Jabar: Itu Bentuk Kasih Sayang

  Rabu, 10 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith mencium bendera Merah Putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Majelis hakim memvonis pelaku penganiayaan terhadap remaja, Bahar bin Smith dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bandung, Selasa 9 Juli 2019.

Kasus penganiayaan tersebut sempat menjadi sorotan baik di media massa maupun media sosial, karena sosok Bahar yang merupakan penceramah agama berbasis di Kota Bogor serta dijuluki Habib oleh masyarakat. 

AYO BACA : Usai Divonis 3 Tahun, Bahar bin Smith Teriak Takbir dan Cium Bendera Indonesia

Menanggapi vonis tersebut, Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei mengakatan dirinya belum sempat mempelajari kasus yang menjerat Bahar. Dia juga memercayakan seluruh proses kepada pihak kepolisian dan pengadilan.

"Kalau masalah hukum terserah hukum, kami serahkan ke kepolisian," ungkapnya ketika ditemui wartawan di Lapangan Gasibu, Bandung, Rabu (10/7/2019).

AYO BACA : Bahar bin Smith Divonis 3 Tahun Penjara

Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa siapapun yang melakukan pelanggaran hukum, termasuk tindak pidana, wajib diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tak terkecuali bila pihak pelanggar adalah seorang ulama.

"Iya walaupun yang melakukan itu seorang ulama, kalau melanggar hukum ya harus dihukum," ungkapnya.

Rahmat juga menilai, hukuman yang diberikan tersebut merupakan bentuk kasih sayang yang ditujukkan agar pelaku merasa jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Juga, sebagai contoh agar tidak ditiru oleh masyarakat.

"Setiap hukuman itu adalah kasih sayang, bukan sebagai hukuman. Dalam pandangan kami itu bentuk kasih sayang supaya pelaku jera dan masyarakat yang lain tidak mengikuti perbuatan itu," ungkap dia.

Adapun atas perbuatan penganiayaan terhadap CAJ dan MKU hingga luka berat, Bahar Smith diganjar pasal yang sesuai dengan dakwaan primer yakni Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP serta Pasal 80 ayat (2) juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

AYO BACA : Hukuman Berkurang, Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Saya Apresiasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar