Yamaha Aerox

Bandung Rapid Transit Jangan Sampai Matikan Angkutan Umum

  Selasa, 09 Juli 2019   Mildan Abdalloh
Kabupaten Bandung bakal memiliki BRT laiknya Trans Metro Bandung atau TMB yang beroperasi di Kota Bandung. (Antara)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Rencana pengaktifan angkutan umum terintegrasi Bandung Rapid Transit (BRT) perlu dikaji lagi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan secara konsep, Bandung Rapid Transit akan mengisi kekosongan bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Bandung Raya, diantaranya Kabupaten Bandung.

AYO BACA : Kota Bandung Dapat Jatah Bus Rapid Transit

BRT ini angkutan massal yang mempunyai waktu lintas terukur, tutur Zeis, Selasa (9/7/2019).

Masalah waktu yang terukur kata Zeis menjadi salah satu hambatan kurang berkembangnya angkutab umum. Nantinya, BRT akan melitas di jalanan tiap 30 menit, berbeda dengan angkutan umum biasa yang tidak mempunyai waktu jelas.

AYO BACA : Pemprov Bakal Lelang Operator BRT

Diharapkan dengan adanya BRT akan mampu menjawab keinginan masyarakat mempunyai transportasi massal yang aman, nyaman dan waktu tempuh jiga waktu lintas terukur.

Kendati demikian, BRT kata Zeis perlu dikaji ulang. Pasalnya dengan keberadaan BRT berpotensi menghilangkan angkutan umum eksisting.

Perlu ada kajian dengan stake holder terkait. Masalahnya kedepan siapa yang akan mengelola? Terus bagaimana kondisi angkutan lain. Jangan sampai ada pengangguran baru dengan hadirnya BRT ini, tutupnya.

AYO BACA : BRT Akan Hadir di Kabupaten Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar