Yamaha Mio S

Mengenal Cita Rasa Sejarah di Warung Kopi Purnama Bandung

  Selasa, 09 Juli 2019   Dadi Haryadi
Warung Kopi Purnama. (Rifqi Aufa/Magang)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Kota Bandung banyak menyimpan sejarah kuliner yang masih bertahan sampai saat ini. Warung Kopi Purnama merupakan salah satu kafe/kedai kopi tertua di 'Kota Kembang' dan menjadi warisan kuliner Indonesia khususnya Jawa Barat.

Warung Kopi Purnama ini bertempat di Jalan Alkateri Nomor 22, Kota Bandung. Lokasinya berada di pinggir jalan protokol.

Tempat ini juga terlihat dari luar seperti bangunan khas Belanda yang sudah sangat tua ditambah unsur tulisan yang berdiri sejak 1930 menambah kesan seperti Kota Bandung tempo dulu yang begitu terlihat klasik.

AYO BACA : Ngopi dan Tersesat di Masa Lalu Alkateri

Masuk area dalam kedai Kopi Purnama ini terasa sekali unsur sejarah di dalamnya, di mana banyak terpampang foto-foto awal berdirinya bangunan tersebut. Semua foto tersebut mengandung filososfi, seperti presiden pertama Ir. Soekarno, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta artis-artis Ibu kota dan juga para politisi Indonesia.

Pemilik Warung Kopi Purnama, Aldi Rinaldi Yonas mengatakan bangunan ini didirikan pada Tahun 1927 dan memulai usaha pada tahun 1930 dengan nama Chang Chong Se. Kemudian, berganti nama menjadi Warung Kopi Purnama pada tahun 1960.

Sebagai pemilik generasi ke-4, Aldi mengambilan nama Purnama dari kata leluhur yang berarti bulan paling terang, sempurna dan bulat. Kata tersebut diharapkan terasa saat pengunjung datang di dalam area kedai Kopi Purnama.

AYO BACA : Berkenalan Dengan Warung Kopi Tertua di Bandung

Menurutnya, semua kalangan masyarakat sangat menyukai menu di Warung Kopi bersejarah ini. Mulai dari orang tua sampai pelajar baik kuliah dan sekolah.

Selain itu, harganya juga sangat terjangkau mulai Rp15 ribu – Rp30 ribu untuk menu kopi, roti dan makanan seperti nasi dan mie.

"Promosi kedai ini mengikuti marketing zaman dulu yaitu dari mulut ke mulut. Sekarang ini mengikuti zaman menggunakan Instagram. Saya menghargai usaha orang tua dan meneruskan usaha sejarah dari kakek buyut. Sebagai anak harus tanggung jawab,” ujar Aldi.

“Cita rasa dari Kopi Purnama ini bisa mengalahkan kopi kekinian yang banyak dijual anak muda sekarang. Sambil bernostalgia menikmati kopi dan rokok," katanya. (Rifqi Aufa/Magang)

AYO BACA : 7 Kuliner Legendaris di Pusat Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar