Yamaha Lexi

Ini Alasan Pertemuan Jokowi dan Prabowo Belum Terjadi

  Selasa, 09 Juli 2019   M. Naufal Hafizh
Mural bergambar Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20-4-2019). Mural tersebut untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan usai Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menunggu kecocokan waktu kedua tokoh tersebut.

"Pertemuan Prabowo dan Jokowi pada saatnya pasti akan terjadi, dan saya memprediksi pertemuan ini akan terjadi. Namun, kapannya, itu yang saya belum bisa karena kesibukan keduanya," kata Muzani di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

AYO BACA : Waketum Gerindra Dukung Adian Napitupulu Jadi Menteri Jokowi

Menurut dia, pertemuan keduanya bukan sesuatu yang sulit karena pernah terjadi pada 2014, yaitu 3 hari sebelum Jokowi dilantik sebagai presiden dan momentum tersebut akan terjadi. Namun, waktunya belum bisa dipastikan.

Ahmad Muzani mengungkapkan, komunikasi terakhir antara perwakilan kubu Jokowi dan Prabowo belum ada kecocokan waktu di antara keduanya karena jadwal keduanya masih padat.

AYO BACA : Hal yang Dikhawatirkan Golkar Jika Kubu Prabowo Bergabung ke Jokowi

Pertemuan keduanya bisa terjadi pada Juli seperti yang dikatakan kubu Jokowi, atau pada bulan-bulan ke depan.

"Bisa lebih cepat pada bulan-bulan ini dan bisa agak lambat. Akan tetapi, yang pasti terus terang saya belum bisa memperkirakan karena keduanya kesibukannya sangat padat sekali," ujarnya.

Muzani yang juga Wakil Ketua MPR RI menilai ide untuk mempertemukan dan saling manyatukan dua kubu setelah Pilpres 2019 merupakan langkah yang sangat baik.

Hal itu, menurut dia, karena secara sadar atau tidak, terjadi pembelahan di tengah masyarakat akibat dari proses Pemilu 2019, ada pendukung 01 dan pendukung 02 sehingga keperluan untuk menyatukan menjadi sesuatu yang dianggap sebagai sebuah kebutuhan

"Namun, saya kira sebagai sebuah bangsa yang saling bersaudara dan memiliki kepentingan harmoni satu sama lain, masyarakat sudah saling mulai merasakan adanya keperluan untuk saling menghargai satu sama lain. Saya kira harmonisasi di antara masyarakat sudah mulai terjadi, bahkan di tingkat mana pun," katanya.

AYO BACA : Pemulangan Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo dari Gerindra

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar