Yamaha Lexi

Usai Divonis 3 Tahun, Bahar bin Smith Teriak Takbir dan Cium Bendera Indonesia

  Selasa, 09 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Bahar bin Smith saat mencium bendera merah putih. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Luapan rasa gembira membuncah dalam ruang sidang selepas putusan hukuman kasus penganiayaan remaja yang dilakukan Bahar bin Smith dibacakan oleh hakim ketua di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandung, Selasa (9/7/2019) siang. 

Para kuasa hukum yang mendampingi Bahar meneriakkan takbir sembari mengepalkan tangan ke udara. Setelah sidang ditutup, Bahar menyalami para majelis hakim. Kemudian, dirinya menghampiri bendera merah putih yang terpasang di samping kiri meja majelis dan membentangkannya.

"Allahu akbar!" ungkap Bahar lantang disambut gema takbir dari para pendukungnya.

AYO BACA : Kuasa Hukum Bahar bin Smith Minta Pendukung Terima Apapun Putusan Hakim

Dirinya kemudian beberapa kali mencium bendera tersebut sembari sesekali mengucap takbir dan mengepal tangan, lalu menyalami jaksa.

Hal tersebut dilakukan atas dasar putusan majelis hakim yang dijatuhkan pada dirinya terbilang jauh lebih ringan dari tuntutan sebelumnya. Bahar dikenai hukuman kurungan 3 tahun penjara—berkurang setengahnya dari tuntutan 6 tahun—dan denda Rp50 juta subsider kurungan 1 bulan dari sebelumnya 3 bulan.

Bahar yang sebelumnya tertunduk lesu saat majelis hakim membacakan dakwaan selama kurang lebih satu setengah jam, keluar melangkahkan kaki dengan senyum tersungging di mulutnya.

AYO BACA : Jaksa Patahkan Argumen Kuasa Hukum Bahar bin Smith tentang Tabayun

Salah satu kuasa hukum Bahar bin Smith, Ichwan Tuankota, turut menyatakan apresiasinya terhadap putusan yang diberikan majelis hakim. Pihaknya menyatakan masih menimbang-nimbang untuk mengajukan banding.

"Yang jelas hal yang disampaikan hari ini oleh majelis hakim itu kita apresiasi luar biasa. Hakim berani memutuskan ini, mudah-mudahan seminggu kedepan bisa kita lakukan upaya hukum atau tidak, keputusannya seminggu kedepan," ungkapnya ketika ditemui selepas persidangan.

Adapun Bahar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap CAJ (18) dan MKU (17) di Ponpes Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor pada 1 Desember 2018.

Atas perbuatan tersebut, dirinya diganjar sejumlah pasal, yakni Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 333 Ayat (2) KUH Pidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, serta Pasal 170 Ayat (2) Ke-2 KUHPidana tentang Penganiayaan, dan Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

AYO BACA : Kuasa Hukum Bahar bin Smith Nilai Jaksa Tidak Serius

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar