Yamaha Mio S

Makan Murah Meriah di Angkringan Kang Boim

  Selasa, 09 Juli 2019   Fira Nursyabani
Angkringan Kang Boim Jalan Kembang Sapatu No. 1, Bandung, Senin (8/7/2019). (Dok. Sita Pebriani)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG,COM -- Bandung dikenal banyak menyajikan berbagai macam kuliner, termasuk kuliner angkringan khas Yogyakarta. Salah satu tempat angkringan yang bisa menjadi pilihan adalah Angkringan Kang Boim, yang terletak di Jalan Kembang Sapatu No. 1, Kota Bandung Bandung.

Lokasinya terletak tidak jauh dari rel Stasiun Cikudapateuh. Tentunya, angkringan ini memiliki banyak menu dengan harga yang relatif murah.

AYO BACA : Nongkrong di Angkringan Lek Dul yang Maknyos

Menurut pemilik angkringan, Bukhori Imran yang biasa dipanggil Boim, ia sudah mulai berjualan sejak 2015. Mulanya ia berjualan sepatu, tetapi karena ia suka jajan dan ingin membantu ibunya berjualan maka ia membuat Angkringan Kang Boim ini.

“Waktu tahun 2015 gak terlalu banyak yang buka angkringan karena di tanah Sunda sendiri untuk masakkannya sendiri masih terbilang aneh,” tutur Boim saat ditemui ayobandung.com, Senin (8/7/2019).

AYO BACA : Kopi Joss dan Kehangatan Angkringan Mas Jo

Angkringan Kang Boim memiliki menu andalan yaitu sate-satean. Terdapat sekitar 20 jenis sate yang tersedia di angkringan ini. Dengan harga mulai dari Rp2.500 hingga Rp10.000, Anda sudah bisa menikmati makanan di angkringan ini. Jangan khawatir mengenai rasa, meskipun harganya murah tetapi rasa sate dan nasinya  sangat memanjakan lidah.

Berbagai jenis sate seperti sate udang, sate telur puyuh, sate gepuk, dan sate jeroan ayam tersedia di sini. Ada berbagai jenis nasi juga yang bisa dipilih, seperti nasi bakar dan nasi kucing.

Angkringan Kang Boim buka setiap Senin-Sabtu mulai sehabis maghrib hingga sehabisnya sate. Dalam satu hari, angkringan ini bisa menghabiskan sekitar 40-50 tusuk untuk satu jenis satenya. Bahkan pengunjung yang datang pun ada yang rela datang dari jauh seperti dari Bogor.

Angkringan ini tidak pernah sepi pengunjung, setiap menitnya pegawai sibuk menyiapkan makanan untuk pembelinya. “Sebenarnya ada sih keinginan untuk buka cabang tapi sumber daya manusia kitanya masih kurang dan semoga aja angkringan ini bisa jalan terus bahkan bisa menginspirasi orang lain bahwa ini loh namanya jualan meskipun capek tapi lumayan untuk dijalani,” tutup Boim. (Sita Pebriani)

AYO BACA : Bernostalgia di Angkringan on Station

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar