Yamaha Lexi

Penyakit Pikun Kerap Dijumpai pada Jemaah Haji Lansia

  Senin, 08 Juli 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi—Petugas kesehatan memeriksa kesehatan jemaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) I Embarkasi Banjarmasin sebelum memasuki Asrama haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (8/7/2019). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Penyakit demensia atau yang lebih dikenal dengan pikun menjadi kasus yang banyak dijumpai pada jemaah haji lanjut usia di Arab Saudi pada musim haji 2019.

Berdasarkan keterangan pers Kementerian Kesehatan yang diterima Senin (8/7/2019), sejak kelompok terbang pertama datang pada Sabtu (6/7/2019) siang, terdapat beberapa jemaah haji yang menjalani perawatan terkait demensia.

Gangguan kesehatan seperti yang dialami jamaah haji wanita berusia 78 tahun asal Kepulauan Riau yang ditangani Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah kerap dijumpai pada kelompok lanjut usia (geriatri). Kondisi diperberat dengan kurangnya konsumsi cairan.

AYO BACA : Profesi

"Setelah kita berikan cairan dan terapi kondisinya cukup membaik dan tadi pagi sudah kita pulangkan,” kata Kepala Pelayanan Medik KKHI Madinah dr Az Hafid Nashar, Sp.JP.

Gejala demensia atau kondisi yang ditandai dengan penurunan setidaknya dua fungsi otak seperti hilangnya memori dan kemampuan menilai, juga dialami oleh jemaah haji laki-laki yang berusia 76 tahun dari Surabaya.

Selain demensia, beberapa jemaah dirawat di KKHI Madinah karena terjatuh atau terkilir. Satu jemaah bahkan mengalami retak pada tempurung lutut dan harus menjalani operasi di rumah sakit Arab Saudi.

AYO BACA : Kentut Unta Pengaruhi Pemanasan Global?

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka, secara terpisah, menyatakan bahwa semua pasien harus dikelola dengan baik. Terutama asupan cairan dan gizi yang harus diperhatikan agar kasus-kasus seperti yang terjadi pada kelompok lansia tersebut dapat cepat tertangani.

KKHI Madinah memberikan layanan kesehatan dasar dan spesialistik. Klinik yang baru saja diresmikan pada Mei 2019 ini mempunyai 14 dokter umum, 13 dokter spesialis, 33 perawat dan beberapa tenaga kesehatan lainnya seperti ahli gizi, rekam medik, dan sanitarian.

Fasilitas kesehatan berlantai lima tersebut memiliki fasilitas lengkap mulai dari UGD, ICU, depo obat, laboratorium, ruang rawat inap, hingga kamar tidur bagi petugas kesehatan haji daerah kerja Madinah dan bandara.

Layanan yang diberikan KKHI tidak bersifat eksklusif, hanya melayani jemaah haji reguler Indonesia. Jemaah haji khusus dan warga negara Arab Saudi jika memang membutuhkan layanan kesehatan akan tetap dilayani.

Berkaca dari layanan tahun-tahun sebelumnya, penyakit yang sering ditangani di KKHI Madinah di antaranya luka diabetes, kaki melepuh dan heat stroke (sengatan panas).

AYO BACA : Baigama Norjma Tunggangi Unta dari Mongolia ke London Sejauh 12.000 Km

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar