Yamaha Aerox

Profesi "Tukang Ngarit" Tak Halangi Pasutri Ini Tunaikan Haji

  Minggu, 07 Juli 2019   Irpan Wahab Muslim
Pasangan suami istri asal Tasikmalaya Saefudin dan Hani akhirnya dapat berangkat ke tanah suci meskipun hanya berprofesi sebagai pengarit. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

Tekad dan niat kuat yang ditanamkan pasangan suami istri Saefudin (56) dan Hani (70) asal Lengkong, Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, berbuah manis. Walaupun berprofesi sebagai pengarit rumput, pasangan ini  akhirnya bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci. 

Ditemui Ayotasik.com pada Minggu (7/7/2019), ternyata kehidupan pasangan ini sangat sederhana. Mereka tinggal di rumah semi permanen berukuran sekitar 8x5 meter. Kondisi rumah sederhana itu juga jauh dari bisingnya kendaraan. 

Pekerjaan sebagai tukang ngarit diakui mereka tidak dilakukan setiap hari. Mereka bekerja jika ada yang membutuhkan jasanya. Upah yang diterima untuk jasanya itu terbilang kecil. Antara  Rp25.000-Rp40.000. Namun dari upah itu, mereka selalu menyisihkannya untuk ditabung. Sebagian lagi untuk keperluan sehari-hari. 

Insyaallah kaping 19 Juli bade angkat. Upami nabung mah sudah belasan tahun. Alhamdulilah tahun ayeuna kabagean angkat ka Mekah. Abdi sareng bojo mah mung tiasa syukuran ka Allah. (Insyaallah tanggal 19 Juli berangkat. Kalau nabung memang udah belasan tahun. Alhamdulillah tahun sekarang kebagian berangkat. Saya sama istri cuma bersyukur ke Allah) papar Saefudin.

Ditambahkan Saefudin, setelah hasil menabung mencapai Rp5.000.000, barulah ia menyetorkan uang itu dan mendaftar di KBIH Al-Amin Riadhul Jannah di Kecamatan Singaparna. Ia dan istrinya harus bersabar menunggu hingga 7 tahun, dan pada musim haji tahun ini dipastikan bisa memulai pemberangkatan. 

Saatosna setoran, terus we nabung-nabung sambil ngado'a ka Allah mugia aya nasib sareng umur ka Mekah. Alhamdulilah tahun ayeuna tiasa angkat, lebet kana kloter 43 ti Tasik. (Sesudah setor uang, terus nabung lagi sambil doa ke Allah mudah-mudahan dikasih nasib sama umur ke Mekah. Alhamdulillah tahun sekarang bisa berangkat, masuk kloter 43 di Tasik) tambah Saefudin.

Dari kisah perjuangannya, pasangan ini kemudian mendapatkan apresiasi tokoh masyakat setempat. Salah satunya Ustaz Toha yang mengaku bangga bercampur haru. Ditengah keterbatasan secara ekonomi, pasutri tersebut mampu mempersiapkan diri berangkat ibadah haji. 

Subhanalloh, saya selaku yang ditokohkan masyarakat bangga, bangga dan haru melihat perjuangan Mang Saef sama Ma Hani. Ini jadi motivasi bagi kita semua, pungkas Toha.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar