Yamaha Lexi

Menengok Museum Mainan di Kota Bandung

  Minggu, 07 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Museum mainan 198X Bandung. (Ulfah Dalilah)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - - Berkunjung ke Kota Bandung rasanya tidak pas jika tidak mendatangi berbagai museumnya. Tak terkecuali dengan museum yang unik ini yakni Museum Mainan Zero Toys.

Museum Mainan Zero Toys cukup dikenal oleh para penggemar mainan.  Berlokasi di Jalan Sunda No. 39A, museum ini sangat dekat dari perempatan Jalan Veteran arah Jalan Sunda. Ketika sampai di galeri ini, Anda akan melihat koleksi mainan yang sangat tertata pada etalase-etalasenya. 

Store Manager Dani Restia menuturkan, museum ini berawal dari sang owner, Aldo Ikhwanul Khalid, yang hobi mengoleksi dan mengumpulkan mainan. Mulanya mainan yang dipajang hanya muat di dua etalase namun karena semakin berkembang pada tahun 1999 Aldo kemudian mendirikan sebuah toko mainan. Konon, toko mainan itu yang pertama di Bandung.

“Zero Toys sendiri memang toko mainan yang berfungsi sebagai tempat untuk membeli maupun menjual koleksi mainan mereka dan tentunya yang masih layak pakai. Selain itu di toko ini juga dapat menemukan mainan Amerika yang sudah jarang ditemui,” ujar Dani saat ditemui AyoBandung, tidak lama ini. 

Penamaan Zero Toys memiliki arti toko tersebut bukanlah yang pertama melainkan ke-nol. Sementara keberadaan museum di toko ini dibuat Aldo pada tahun 2005, dengan nama 198X Bandung untuk menyiratkan mainan yang dipajang berasal dari tahun 1980-1989.

“Karena koleksinya sudah banyak, kenapa tidak dipajang dan dikasih lihat kepada orang lain. Hingga terbentuklah Museum Mainan 198X Bandung yang meskipun lebih dikenal dengan nama Zero Toys,” katanya.

Mainan yang berada di museum tersebut merupakan barang koleksi owner sendiri yang dirawat dengan baik. Koleksi mainan yang dipamerkan di museum atau toko mainan ini sangat beragam mulai dari mainan asal Amerika hingga buatan-buatan Jepang. 

Hingga kini, tidak sedikit pengunjung yang mampir ke museum ini mulai dari mahasiswa, orang tua hingga turis. Mereka berkunjung dari yang sekedar hanya untuk melihat, pun untuk membelinya. 

“Tahun 2017 museum sedang direnovasi dan hingga kini belum bisa dikunjungi untuk umum, jika sudah launching museum ini buka sesuai dengan jam toko. Nantinya di lantai 2 terdapat toko mainan dan lantai 1 untuk Museum Mainan” pungkasnya. (Ulfah Dalilah/Magang) 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar