Yamaha

Menilik Sejarah Toko Cahaya di Jalan Gempol

  Sabtu, 06 Juli 2019   Adi Ginanjar Maulana
Tampak depan Toko Cahaya di Jalan Gempol Nomor 1, Citarum, Kota Bandung.

CITARUM, AYOBANDUNG.COM--Selain jajaran toko di Jalan Braga daerah Kota Bandung lainnya pun memiliki tempat legendaris. Seperti di Jalan Gempol banyak sekali makanan maupun bangunan yang terkenal legendaris, seperti kupat tahu dan roti bakar di Gang Gempol.

Di salah satu sisi jalan terdapat bangunan toko yang sudah cukup tua, dengan bertuliskan Toko Cahaya di atas pintu kayu berwarna hijau menandakan masih buka dan berjualan.

Berdiri dengan nama awal Enghwa Gempol, toko ini sudah ada sejak 80 tahun yang lalu. Terlihat dari namanya, toko ini memang merupakan milik dari seorang Tionghoa pada saat masa penjajahan dulu.

Dengan diiringi suara radio sang pemilik Ebo Rusli (70) mengaku merupakan generasi kedua yang mengelola toko peninggalan dari orang tuanya.

“Kira-kira sudah 80 tahun, saya merupakan generasi kedua dari bapak saya. Toko ini memang sudah gini aja. Itu juga bapak saya bukan pertama yang di sini, jadi sama yang lama dipindahtangankan ke bapak saya,” ucapnya sambil melayani pembeli, Sabtu (6/7/2019).

Enghwa Gempol kemudian berubah nama menjadi Toko Cahaya karena pada masa orde kaum Tionghoa harus mengubah nama mereka dalam penerapan ketentuan tentang Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) pada saat itu.

“Tahun 1966 kan rakyat kita (nonpribumi) harus ganti nama semua, dulu saya pas lahir namanya ini (sambil menujukan kertas bertuliskan Lie Kie Loune) dan masa orde baru saya harus ganti nama menjadi Ebo Rusli, termasuk toko ini,” jelasnya.

Nuansa masa lalu pun masih terasa ketika memasuki toko, etalase-etalase yang terbuat dari kayu dijadikan tempat untuk memajang barang dagangan. Walaupun begitu toko ini masih ramai dikunjungi oleh pembeli yang mencari kebutuhan sembako seperti beras, gas, makanan, minuman, dan lainnya. (Siti Julaeha)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar