Yamaha NMax

Cisumdawu Belum Rampung, Pemerintah Subsidi Damri Gratis Setahun!

  Sabtu, 06 Juli 2019   Erika Lia
Menhub RI, Budi Karya Sumadi (tengah, bertopi) saat berkunjung ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Sabtu (6/7/2019). Pemerintah pusat memberi subsidi layanan Damri gratis ke Bandara Kertajati selama Tol Cisumdawu belum rampung.

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM- Pemerintah memberi subsidi Damri gratis selama setahun ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, selama menanti pembangunan Tol Cisumdawu rampung.

Jaminan itu disampaikan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, saat berkunjung ke Bandara Kertajati, Sabtu (6/7/2019). Tol Cisumdawu menjadi konektivitas utama ke Bandara Kertajati yang bisa dimaksimalkan pada 2020.

"Saya ditugaskan ke sini oleh Pak Presiden, bahwa bandara ini harus bisa digunakan maksimal. Bahkan, kemarin kami di Manado, ada rapat kecil bersama Pak Menteri PUPR, berkaitan dengan aksesibilitas," terang Budi, didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Pramesti, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, dan Dirut PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin, Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih, serta pejabat Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, utilitas Bandara Kertajati ini memang menjadi konsentrasi pemerintah pusat dan daerah agar bisa beroperasi maksimal. Bandara bernilai investasi Rp2,6 triliun ini dipandang bisa menjadi tonggak dari segitiga rebana yang sedang dirancang untuk menumbuhkan ekonomi baru di timur Jabar.

Sampai kini, lanjutnya, Tol Cisumdawu sebagai konektivitas utama warga Bandung dan sekitarnya, masih dalam akselerasi pengerjaan. Untuk keberlangsungan bandara, pemerintah pun merangkul stakeholder melalui pemberian subsidi Damri Gratis untuk tiga daerah pertama di Jabar.

"Aksebilitas dari Bandung ke kertajati harus lebih bersahabat sambil menunggu Tol Cisumdawu beres. Jadi, satu tahun pemerintah pusat akan mensubsidi Damri gratis, paling tidak Karawang, Cirebon, Bandung, dan satu (daerah) lagi kami serahkan (kepada pemerintah daerah)," beber Budi.

Dia menambahkan, AP II dan Dirjen Kemenhub juga usul mengadakan flight Bandung ke Kertajati sebagai pilihan layanan eksekutif. Untuk ini, pihaknya bekerjasama dengan heli taksi.

Budi juga meminta Pemprov Jabar, PT BIJB, dan PT AP II terus menggenjot promosi dengan komoditas potensi-potensi yang dimiliki di wilayah sekitar bandara. Dia mencontohkan Cirebon yang sudah tumbuh dan dikenal dengan wisata kuliner dan budayanya, harus ditonjolkan.

"Pemda Jabar menjadi yang terdepan untuk promosi daerahnya, yang secara tak langsung mempromosikan pariwisata dengan Kertajati. Cirebon bisa menjadi titik kekuatan promosi," tegasnya.

Dirut PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin mengklaim, sejak adanya penataan rute 1 Juli lalu, geliat Bandara Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara mulai berimbang. Dalam sehari, pergerakan pesawat di Bandara Kertajati rata-rata mencapai 32 kali dan menimbulkan pergerakan penumpang 4.000 orang.

"Ini suatu angka signifikan. Kalau disimpulkan, pergerakan itu sudah tumbuh lima kali lipat sebelum ada pengkondisian traffic," paparnya.

Sementara, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menjanjikan komitmen untuk terus menyosialisasikan bandara ini agar signifikan dari peningkatan penumpang. Setiap pemda di Jabar pun diminta menangkap peluang agar terus berbenah.

"Saya akan perintahkan kepala daerah untuk sosialisasi kepada warganya, termasuk mengharapkan juga kepada sebagian kepala daerah di Jawa Tengah," janjinya.

Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih mengaku, saat ini terus menyempurnakan layanan moda transportasi untuk menjangkau lebih banyak daerah di Jabar. Saat ini, 12 mitra dan sembilan rute, masing-masing Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Purwakarta, Cikarang, Indramayu, Kuningan, Cirebon, dan Majalengka, sudah bisa menjangkau Bandara Kertajati dengan pilihan armada bus, shuttle, serta taksi online.

"Area komersil bandara pun akan terus bertambah sejalan bertambahnya jumlah penumpang dan penerbangan dari Kertajati," katanya.

Dia menyebutkan, ada 197 unit armada yang sudah melayani penumpang di Kertajati. Pihaknya berharap jumlah ini terus bertambah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar