Yamaha

7 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengunjungi Tebing Keraton Bandung

  Sabtu, 06 Juli 2019   Nur Khansa Ranawati
Wisatawan di Tebing Keraton. (Nur Khansa/ayobandung)

CIMENYAN, AYOBANDUNG.COM -- Objek wisata Tebing Keraton Bandung yang masih berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Juanda merupakan salah satu tempat yang cocok untuk dikunjungi bila Anda tengah menginginkan suasana tenang dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Biasanya, wisatawan kerap mengunjungi tempat ini pada akhir pekan.

Bila Anda termasuk salah satu yang berencana menyambangi Tebing Keraton untuk berlibur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar waktu bertamasya Anda berlangsung dengan aman dan nyaman. 

1. Cek kondisi kendaraan
Akses jalan menuju Tebing Keraton dapat dilalui baik dengan kendaraan roda dua maupun empat. Namun, pengendara roda empat (dan pengguna jasa ojek online) harus menyambung perjalanan dengan ojek pangkalan yang tersedia sekitar 1 km menuju tempat wisata. Bila dihitung dari Terminal Dago, jarak perjalanan menuju Tebing Keraton masih memerlukan sekitar 25 menit berkendara sejauh 6,6 kilometer dengan kondisi jalan menanjak.

Meski akan banyak tanjakan yang ditemui, namun secara keseluruhan kondisi jalan yang tersedia cukup baik dan mudah untuk dilalui. Namun, Anda tetap perlu memastikan kendaraan Anda dalam kondisi yang prima agar tidak kesulitan saat menghadapi tanjakan. 

2. Bawa bekal secukupnya
Di Tebing Keraton tidak banyak tempat makan yang akan Anda temui kecuali dua buah warung minum dan cemilan di area tempat parkir. Sehingga, bila Anda malas untuk mampir beristirahat di warung, Anda dapat membawa perbelakan sendiri dan menyantapnya di beberapa bangku-meja yang tersedia tak jauh dari menara pantau Tebing Keraton. Jangan lupa bawa minuman yang memadai. Namun, pastikan seluruh sampah yang dihasilkan dibuang ke tempat sampah yang tersedia atau kembali dibawa pulang. 

AYO BACA : Ini Hal Baru yang Dapat Anda Temui di Tebing Keraton Bandung

3. Sesuaikan pakaian
Meskipun mayoritas akses pejalan kaki di area Tebing Keraton sudah diberi batuan setapak, namun akan lebih nyaman bila Anda datang mengenakan sepatu bersol karet atau alas kaki lain yang tidak licin. Beberapa spot memiliki area tanah yang dapat menjadi licin terutama sehabis hujan. Bila Anda memutuskan datang di pagi hari apalagi untuk melihat matahari terbit, pastikan Anda mengenakan jaket atau pakaian yang cukup tebal untuk menghalau cuaca dingin. Di atas pukul 10 pagi, matahari mulai naik dan cuaca cenderung menjadi lebih terik, sehingga Anda dapat mengenakan pakaian longgar yang lebih nyaman di jam-jam tersebut.

4. Bawa uang cash untuk tiket dan parkir
Untuk memasuki kawasan ini, pengendara motor akan dikenai tarif parkir Rp5 ribu. Sementara, pengguna roda empat akan dikenai tarif ojek. Di pintu masuk, Anda juga akan diminta tarif retribusi sebesar Rp15 ribu. Pastikan Anda membawa uang cash dengan nominal pecahan yang sesuai. 

5. Charge penuh smartphone dan kamera
Karena kawasan Tebing Keraton merupakan tempat wisata alam, Anda tidak akan menemui tempat untuk mengisi daya baterei perlengkapan eletronik. Sehingga, bila Anda ingin mengabadikan momen dengan berfoto menggunakan kamera maupun smartphone, maka pastikan daya baterei telah terisi penuh. 

6. Jangan beri makan monyet
Ada sejumlah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang akan Anda jumpai di kawasan Tebing Keraton. Meskipun terkesan menggemaskan, upayakan untuk tidak memberi makan monyet tersebut. Larangan untuk memberi makan kera juga telah terpampang di area berfoto. Pasalnya, kebiasaan memberi makan monyet tersebut  akan merubah perilaku alaminya. 

7. Berfoto sesuai aturan
Jangan berfoto keluar dari jalur batas pagar yang tersedia. Beberapa pengunjung kerap berfoto di area tebing berbatu yang berada di luar pagar guna mendapatkan foto yang diinginkan. Bahkan, tak jarang pengunjung pun berfoto dengan menaiki pagar yang ada. Namun, keselamatan diri harus menjadi prioritas. Demi keselamatan, berfotolah dengan tidak melewati batas yang telah ditentukan.

Selamat berwisata!

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar