Yamaha Lexi

Rindu Baitulharam, Seorang Polisi Bangun Masjid Mirip Kakbah

  Jumat, 05 Juli 2019   Mildan Abdalloh
Masjid Al-Majid yang bangunannya menyerupai Kakbah di Jalan Irigasi, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. (Mildan Abdalloh/ayobandung.com)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah masjid di Kampung Kawungsari, RT 02 RW 10 Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung sangat mirip dengan kakbah.

Masjid berukuran 7X8 meter yang bernama Al Majid tersebut mempunyai desain seperti kakbah, bercat hitam, mempunyai talang mas, rukun yamani, pintu bahkan hajar aswad.

DKM Al Majid Yayan Badruzaman (38) mengatakan masjid tersebut pada mulanya hanya sebuah langgar yang dibangun oleh kakek buyutnya.

"Awalnya hanya tajug yang dibuat untuk orang sholat setelah bertani," tutur Yayan, Jumat (5/7/2019).

Pada tahun 80-an kata Yayan kakeknya yang mendapat warisan kemudian mewakafkan sebagian tanah tempat tajug berdiri untuk dijadikan sebuah masjid.

Masjid yang kemudian diberi nama Al Majid tersebut biasa digunakan untuk salat dan mengaji. Hingga pada Februari lalu adik Yayan yakni Sandy yang merupakan seorang polisi di Polrestabes Bandung, berkeinginan untuk melakukan revitalisasi masjid. Karena selain bangunan sudah tua, juga ingin merevisi arah kiblat.

Bentuk kakbah menjadi pilihan, menurut Yayan bentuk tersebut dipilih sebagai obat pelepas rindu.

"Inspirasinya karena pernah ke mekah dan merasa rindu terhadap kakbah, jadi dibuatlah masjid dengan disain mirip kakbah," ungkapnya.

Dengan desain mirip kakbah, masjid Al Majid jadi memiliki ruang yang lebih luas. Semula, masjid hanya bisa digunakan untuk beberapa orang salat berjamaah, menjadi mampu menampung 150 orang jemaah, sehingga saat ini digunakan untuk salat jumat.

Masjid Al Majid saat ini masih dalam tahap finishing. Salah satunya adalah pembuatan replika pintu kakbah yang sedang dalam tahap pengerjaan oleh perajin.

"Pintu kakbahnya masih menggunakan gambar, masih dipesan, soalnya kaligrafinya dibuat dari kayu jadi butuh waktu lumayan lama," ujarnya.

Hingga saat ini, dana yang dikeluarkan untuk membangun masjid Al Majid mencapai Rp700 juta. Selain digunakan untuk ibadah salat, masjid Al Majid juga digunakan untuk pengajian rutin warga sekitar, juga digunakan puluhan anak mengaji setiap hari.

"Di sini juga memang ada pondok untuk anak yatim dan dhuafa yang kami beri nama Pondok Aisyah," ujarnya.
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar