Yamaha Aerox

Era Baru Sensus Penduduk 2020

  Kamis, 04 Juli 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi penduduk. (Dok. BPS RI)

Hingar bingar Pesta demokrasi baru saja usai. Tidak lama lagi, pemimpin negeri ini akan segera dikukuhkan. Di pundaknya, tugas berat segera menunggu. Apapun program pembangunan yang akan dicanangkan, mewujudkan kesejahteraan penduduk tetap menjadi target utama.

Yang jelas tantangan pembangunan saat ini semakin komplek. Era Industri 4.0 sudah di depan mata. Laju pembangunan harus semakin cepat.

Meneruskan pembangunan yang sudah berjalan, memperbaiki kekurangan dan memastikan program-progam telah berjalan bukan perkara mudah. Penting, diperlukan alat yang mampu menunjukkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai, bagaimana merencanakan target pembangunan, monitoring pambangunan yang sedang berjalan hingga mengevaluasi pembangunan yang telah dilakukan.

Di sinilah data memberikan peranan cukup strategis. Membangun tanpa data ibarat berjalan tanpa tujuan. Akan tetapi menyediakan data yang valid dan reliabel itu mahal, tetapi membangun tanpa data akan lebih mahal karena semua upaya menjadi tidak efisien dan efektif.

Indikator makro seperti angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi hingga angka pengangguran telah menjadi acuan pemerintah dalam memantau capaian pembangunan. Namun demikian, apapun indikator yang digunakan, tujuan akhirnya adalah untuk melihat sejauh mana tingkat kesejahteraan penduduk.

Di sinilah data kependudukan yang berkesinambungan, akurat dan up to date sangat diperlukan dalam menentukan kebijakan yang tepat dan cepat, merancang program yang relevan dengan kebutuhan, permasalahan dan dinamika waktu.

Kini, Badan Pusat Statistik(BPS) sebagai lembaga resmi pengumpul data akan melaksanakan hajatan besar. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) sudah dimulai saat ini, walaupun proses tahap pendataan penduduk akan dilaksanakan tahun depan.

Pembentukan database kependudukan seyogyanya menjadi salah satu fokus penting pemimpin baru hasil pemilu 2019. SP2020 akan mendata seluruh penduduk yang tinggal di Wilayah Indonesia tanpa kecuali.

Sensus Penduduk di Indonesia dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, pelaksanaannya dilakukan pada tahun yang berakhiran nol. Tetapi, data Sensus Penduduk diperbarui setiap lima tahun sekali melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). Pelaksanaan Sensus Penduduk sejak Indonesia merdeka telah dilakukan pada tahun 1945, 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

Berbeda  sensus penduduk sebelumnya, SP2020 menggunakan metode baru. Berdasarkan rekomendasi UN tentang metode sensus, SP2020 beralih menggunakan metode kombinasi (combine method). Sementara pada periode sebelumnya masih mengadopsi metode tradisional.

SP2020 akan memanfaatkan data yang dikelola oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri berupa Prelist. Prelist ini adalah  dasar untuk melaksanakan Sensus Penduduk sekaligus untuk menjembatani menuju Satu Data Kependudukan Indonesia.

Sementara terkait kemajuan teknologi,  SP2020 akan mengadopsi dua sistem pencatatan yaitu mandiri dan pendataan oleh petugas. BPS akan menerapkan teknologi geospasial yang digunakan sebagai kerangka induk dan mengumpulkan data.

Selain itu, BPS dalam mengumpulkan data juga menggunakan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), Computer Aided Web Interviewing (CAWI), dan Pen and Paper Interviewing (PAPI).  

Tentu ini bukan hal yang mudah. Tantangan yang dihadapi sangat besar. Kesadaran penduduk yang memiliki literasi tehnologi dan internet dengan sukarela bersedia mengisi kuesioner secara mandiri dan kejujuran pengisian data begitu menentukan kualitas output data kependudukan tersebut.

Kedua, melek teknologi menjadi kunci keberhasilan menggunakan metode ini. Petugas pendata dengan sistem CAPI tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi android juga piawai dan familiar mengakses internet. 

Sisi positif metode pendataan ini adalah data output akan lebih cepat diakses. Akan tetapi tantangan berikutnya bahwa pendataan penduduk tahun ini sangat penting melibatkan berbagai kalangan masyarakat dari masyarakat biasa, akademisi, instansi dan berbagai lembaga formal dan non formal. Terutama dalam tahap awal yakni sosialisasi pentingnya data kependudukan.

Jalinan dan koordinasi yang bagus terintegrasi akan dapat menjamin data penduduk yang akurat sehingga mampu disajikan hingga level terkecil. Target SP2020 antara lain menyediakan data penduduk, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk

 Hasil Sensus Penduduk 2010, penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 orang, berapakah jumlah penduduk Indonesia di tahun 2020? Bagaimana komposisi penduduk di tahun 2020?

Apakah kesempatan emas meraih Bonus Demografi masih dinikmati penduduk di negeri ini? Gambaran riil penduduk Indonesia di tahun depan akan terekam pada Sensus Penduduk 2020. 

Untuk mencapai data penduduk yang akurat, tentu sosialisasi harus dimulai sejak dini. Sosialisasi yang intensif dan terencana telah dimulai dari sekarang. Tujuan utama sosialisasi adalah  memberikan dan meyakinkan responden akan pentingnya hasil sensus ini.

Lebih lanjut, ke depan data kependudukan selain dapat digunakan pengambil kebijakan pemerintah daerah namun juga menjadi dasar pembentukan frame sample berbagai penyusunan indikator. Kesuksesan pendataan SP2020 akan menentukan penghitungan indikator pembangunan. Sebagian besar indikator pembangunan berdasarkan data sampel yang memerlukan frame sampel yang kredibel dan terpercaya.

Bagaimana peran pemimpin baru?

Melihat penting dan urgennya ketersediaan data kependudukan ini, suksesnya SP2020 bukanlah menjadi tanggungjawab BPS saja. Semua pihak mempunyai tanggungjawab sesuai dengan porsinya masing-masing. Menjalin koordinasi lintas instansi, akademik, maupun lembaga formal dan non formal. Dengan dukungan penuh pemimpin baru ini, jalan mulus pendataan SP2020 terbuka lebar. 

Yang mendapat perhatian hingga saat ini adalah penting ditekankan bahwa salah satu fungsi data kependudukan adalah modal untuk kucuran program-program pembangunan. Karakteristik penduduk akan memberikan petunjuk segmen mana yang pantas mendapat kucuran dana pembangunan.  

Langkah inilah yang akan mampu mengoptimalkan masyarakat untuk mau melakukan update/pendataan data kependudukan melalui media berbasis teknologi web tanpa ada data yang disembunyikan.

Sementara dalam kontek pembangunan, terciptanya data kependudukan yang akurat akan memudahkan pemerintah, akademisi, lembaga formal, non formal bahkan masyarakat umum dalam ikut mensukseskan pencapaian target pembangunan dan mengucurkan program pembangunan yang tepat sasaran.

Bahkan dapat melihat karakteristik sumber daya manusia yang sedang terlibat dalam pembangunan saat ini, sejauh mana program pembangunan telah berjalan sesuai dengan koridor yang sesungguhnya.

Berhenti sejenak, menenggok ke belakang. Masih teringat kontroversi hasil hitung cepat (quick count) saat pemilu beberapa waktu yang lalu,  hendaknya menjadi pelajaran sangat berharga bagi kita. Selain metode sampling yang terpercaya hasil survei juga sangat tergantung dengan data dasar acuan penyusunan frame sampel.

Lebih lanjut, keakuratan indikator pembangunan begitu urgen membutukan data dasar penyusunan frame sampel  yang terkini. Akhirnya pendataan SP2020 yang sukses ditandai dengan data kependudukan yang accurate" (akurat) sehingga dapat dijadikan "benchmark" (tolok ukur) karena memiliki cakupan yang "comprehensive" (menyeluruh).

Data ini, nantinya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan frame sampel baik dalam penghitungan indikator-indikator pembangunan ataupun survei-survei yang dilakukan oleh berbagai pihak terutama survei tentang kependudukan. Tanpa data, tak akan bisa menyusun perencanaan pembangunan yang matang.

Mensukseskan Sensus Penduduk 2020 berarti secara langsung berperan mengawal pembangunan di negeri ini. Kalau bukan masyarakat Indonesia, siapa lagi yang akan melakukannya. Mari selamatkan negeri ini demi kesejahteraan semua lapisan masyarakat. 

 

Istanti 

ASN BPS Provinsi D.I. Yogyakarta

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar