Yamaha NMax

Sinergitas Pentahelix Harumkan Kembali Sungai Citarum

  Kamis, 04 Juli 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, memberikan sambutan dalam gelaran silaturahmi di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III Siliwang, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (4/7/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pada tahun 2013 Green Cross Switzerland dan Blacksmith Institute menyatakan Sungai Citarum sebagai salah satu tempat paling tercemar di dunia. Sungai Citarum berada di urutan tiga, di bawah Agbogbloshie, gunung sampah elektronik di Ghana, dan Chernobyl.

Sungai sepanjang 269 kilometer ini diidentifikasi punya tiga masalah utama. Di hulu sungai terdapat lahan kritis yang menyebabkan erosi tanah; di sepanjang aliran muncul pengendapan yang menyebabkan banjir; ditambah pencemaran kotoran ternak, sampah rumah tangga, dan limbah pabrik.

Berbagai senyawa beracun pun muncul di daerah aliran sungai (DAS) Citarum yang berdampak buruk pada 35 juta orang di 13 kabupaten/kota yang dilaluinya.

Alhasil, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk membersihkan sungai terpanjang ketiga di Indonesia ini. Salah satu upaya gencarnya melalui program bertajuk Citarum Harum. TNI dan Polri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akademisi, media, serta korporasi atau yang dikenal dengan istilah Pentahelix bersinergi dalam menangani pencemaran sungai Citarum. Pasalnya permasalahan yang perlu diselesaikan dewasa ini adalah limbah pabrik, sampah, sedimentasi dan hutan di bantaran sungai.

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal Tri Soewandono selaku Wadansatgas Citarum menyampaikan sinergitas amat dibutuhkan demi kelancaran program Citarum Harum tersebut.  Apalagi Perpres No 15 tahun 2018 sudah dikeluarkan resmi, sehingga dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam penanganan Citarum ini. 

"Untuk penanganan sampah kita memang harus mengubah mindset masyarakat. Tidak mudah memang, makanya kita libatkan para akademisi dan insan media untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut sehingga masyarakat sadar.Tetapi yang tidak kalah pentingnya juga kita harus menyiapkan solusi tempat pembuangan sampah," ungkap Tri di Markas Komando Daerah Militer lll Siliwangi, Kamis (4/7/2019). 

Pihaknya pun terus berupaya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat untuk turut menjaga sungai Citarum. Terlebih masalah lainnya yang belum terselesaikan, lanjut Tri, yaitu masalah sampah rumah tangga. Dia menyebut, sungai Citarum dalam tujuh tahun ke depan harus menjadi sungai yang bersih. Bahkan harus menjadi serambi rumah yang mana masyarakat bisa menikmati kebersihan sungai.

AYO BACA : Pangdam III Siliwangi Lanjutkan Pembangunan Citarum Harum

"Permasalahan sampah ini sangat kompleks sehingga perlu duduk satu meja untuk segera mengatasi hal tersebut. TNI beserta akademisi dan lainnya nantinya juga berusaha menyampaikan pesan kepada masyakat, sehingga bisa jadi pembelajaran. Sesuai Kepres akan berjalan tujuh tahun, jadi kita masih ada lima tahun lagi dan kita selalu bagaimana mempercepat akselerasi untuk penyelesaian ini," lanjutnya.

Selain melakukan aksi nyata membersihkan sampah yang ada di Sungai Citarum, Kodam III/Siliwangi juga terus memberi edukasi kepada masyarakat. Salah satu pola kampanye dengan menyasar para siswa di berbagai sekolah-sekolah.

"Kita harus lebih memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat. Kemungkinan nanti mulai dari sekolah-sekola juga akan kita sampaikan bahwa membuang sampah sembarang apalagi ke sungai itu tdak baik karena maindset anak sekolah sekarang juga harus kita ubah. Dan memang mengubah budaya, sosial, itu tidak semudah membalik telapak tangan," ujarnya.

Bukan hanya itu, Tri juga tak lupa mengingatkan para pengusaha yang membandel membuang limbah pabrik ke sungai akan berkonsekuensi hukum. Semakin sering mereka membandel, maka sanksi hukumannya akan terus berlapis. Alhasil, para anggota TNI, kata Tri, melakukan kegiatan pelestarian Sungai Citarum setiap hari. Semua langkah yang dilakukan terprogram dengan baik, termasuk penindakan-penindakan tegas terhadap pengusaha bandel.

"Tindakan pabrik nakal masih, karena kita tidak berhenti untuk menegakka. Kita juga koordinasi dengan Polda," katanya.

Tak jauh berbeda, sosialisasi kepada masyarakat, katanya, dilakukan tanpa henti. Masyarakat harus mengubah mindset soal sungai untuk dijadikan serambi depan rumah sehingga sungai harus ditata, diperindah, dipercantik, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Sekarang juga kita fokus untuk meningkatakan edukasi terhadap masyarakat. Dan kita pun selalu bertanya pada akademisi karena mereka banyak mempelajari itu. Makanya, imbauannya kita harus menjaga Citarum dan membuatnya bersih," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar