Yamaha

Meski Padat Agenda Kenegaraan, Jokowi Akan Segera Bentuk Kabinet

  Rabu, 03 Juli 2019   Fira Nursyabani
Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan usai menerima surat keputusan KPU tentang Penetapan Hasil Pemilu 2019 di gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani menyebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Terpilih, Joko Widodo - Ma'ruf Amin segera menyusun anggota kabinet periode 2019-2024. Selumnya,  bertemu dengan tim hukum, TKN, dan pimpinan Partai Politik (Parpol).

"Pak Jokowi tidak menutup kemungkinan segera, setelah tadi malam pertemuan dengan tim hukum, malam ini dengan TKN dan TKD, kemudian akan disusul dengan pimpinan partai politik," ujarnya kepada awak media di Pintu III Istana Bogor usai pertemuan TKN, TKD dengan Jokowi, Selasa (2/7/2019) malam.

AYO BACA : Bupati Bogor Ungkap Permintaan Khusus untuk Presiden Jokowi

Meski begitu, menurutnya hingga kini waktu penentuan anggota kabinet Jokowi di periode kedua belum ditentukan, mengingat padatnya agenda Jokowi sebagai Kepala Pemerintahan.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan, meski TKN tidak memiliki porsi dalam menentukan anggota kabinet Jokowi pada periode 2019-2024, tapi menurutnya tidak diharamkan jika TKN mengusulkan nama untuk dijadikan anggota kabinet Jokowi.

AYO BACA : TKN Tak Dibubarkan, Berlanjut ke 2024

"Tentu di antara TKN dan bahkan TKD tidak menutup kemungkinan diminta Pak Jokowi-Amin untuk membantu dalam pemerintahanya, apakah posisi di kabinet atau di posisi lain itu tentu hak prerogatif beliau," tuturnya.

Asrul mengatakan bahwa tugas TKN dan TKD Jokowi-Ma'ruf sudah selesai sampai KPU RI menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih. Tapi, menurutnya TKN dan TKD yang juga ada dalam Koalisi Indonesia Kerja, akan terus mengawal pemerintahan Jokowi, bahkan sampai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Kalau dari sisi tugas tugas sudah selesai semua. Kalau koalisi Indonesia Kerja tetap ada, yang terdiri dari sembilan partai dan belakangan PBB masuk. Tetap akan mengawal Pemerintahan Pak Jokowi sampai Pemilu yang akan datang," kata Asrul.

AYO BACA : Moeldoko Tegaskan Jokowi Belum Susun Kabinet Baru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar