Yamaha

Jembatan Unik yang Terbuat dari Rumput

  Selasa, 02 Juli 2019   Andres Fatubun
Jembatan Q'eswachaka . (Cuzco Eats)

PERU, AYOBANDUNG.COM -- Setiap tahun jembatan yang terbuat dari rumput ini atau biasa disebut tali Inca ini diganti.

Jembatan Q'eswachaka dibuat dengan tangan dan telah ada setidaknya 600 tahun. Jembatan ini menjadi bagian dari jaringan yang menghubungkan kota-kota paling penting dari kekaisaran Inca dan dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Unesco pada 2013.

Tradisi membuat jembatan telah diwariskan dari generasi ke generasi, setiap orang dewasa dari kedua sisi berkumpul untuk mengganti jembatan baru ke persimpangan.

Tradisi ini menyatakan bahwa hanya laki-laki yang boleh mengerjakan pembuatan jembatan itu sendiri. Sementara perempuan tetap berada di bagian atas ngarai, menenun tali yang lebih kecil.

Selama hari pertama rekonstruksi, para pria berkumpul di sekitar jembatan lama dan menenun tali yang lebih kecil menjadi yang lebih besar. Bahan utama jembatan berasal dari enam tali tiga lapis besar setebal satu kaki, masing-masing berisi sekitar 120 tali tipis asli.

Semua orang sibuk karena memiliki bagiannya masing-masing, beberapa warga desa memasak dengan tungku kayu yang telah dibawa dari desa untuk acara tersebut. Ayam, marmut dan ikan dari sungai Apurimac adalah hidangan yang paling umum disiapkan, semua disertai dengan kentang yang ditanam secara lokal dengan berbagai bentuk dan warna.

Jembatan tua dipotong dan dibiarkan mengapung di hilir, di mana ia hanya akan membusuk, karena terbuat dari rumput.

Empat dari enam tali rumput anyaman akan menjadi lantai jembatan dan dua lainnya akan menjadi pegangan tangan. Keenam tali terikat erat pada penyangga besar yang terbuat dari batu berukir di kedua sisi ngarai. Dibutuhkan beberapa hari untuk para pria menarik tali ketat ke ketegangan yang benar.

Pada hari ketiga, beberapa lelaki yang lebih berani tanpa rasa takut akan ketinggian berjalan di struktur sambil mengikat tali kecil dari pegangan tangan ke lantai, membuat pagar yang memungkinkan semua orang untuk menyeberangi jembatan dengan aman.

Tidak ada bahan lain selain rumput dan tidak ada alat atau mesin modern yang digunakan dalam seluruh proses pembangunan jembatan - hanya rumput dan tenaga manusia.

Rekonstruksi Q'eswachaka dilakukan setahun sekali, dan diakhiri dengan perayaan makanan dan musik pada hari keempat, yang selalu bertepatan dengan hari Minggu. (Yuliana Nadiah Hamdan)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar