Yamaha

Mas Yono, Penjual Bakso tanpa Patokan Harga

  Selasa, 02 Juli 2019   Andres Fatubun
Ilustrasi bakso, (kindaisasa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Bakso merupakan sebuah jenis kuliner makanan yang hampir setiap orang menyukainya. Kuliner yang satu ini, membuat segelintir orang rela untuk merogoh kocek cukup cukup besar atau bahkan rela mengantri berjam-jam demi bisa menyantapnya.

Umumnya kisaran harga bakso di jongko rumahan atau roda keliling menawarkan harganya mulai dari kisaran Rp10.000–Rp30.000 lebih. Namun, lain dengan kuliner bakso yang satu ini.

Mas Yono, nama asli dari penjual bakso yang ada di kawasan Jalan Sasak Gantung RW 07 Kelurahan Cikawao Kecamatan Lengkong.

Dirinya menjual bakso lain dengan biasanya, pasalanya bakso yang dijual kepada pembelinya tidak ada patokan harga khusus. Bahkan untuk pembeli anak kecil saja yang membawa uang Rp2.000 masih diterima dan dibuatkan.

“Yah bebas saja, mau berapa juga saya ladangin (layanin). Anak kecil saja yang bawa Rp2.000 masih dilayanin,” ujar Yono saat ditemui Ayobandung.com, Senin malam (1/7/2019).

Tidak adanya patokan sebuah harga yang dipampang dalam roda atau dirinya sebutkan kepada pembeli, sudah berjalan hampir 15 tahun lebih selama berjualan. Namun, hal tersebut tidak sedikit orang banyak yang mengahampirinya dan rela menunggu jika penuh antrean. Selain itu, dirinya juga mempercayai bahwa rezeki sudah ada yang mengatur dan ketakutan.

“Dari dulu saya jualan disini kurang lebih 15 tahun, tidak pernah mematok harga khusus atau menempelnya. Rezeki mah sudah ada yang mengatur dan jangan takut,” lanjut Yono.

Menu bakso yang ditawarkan oleh Mas Yono, sama seperti pada penjual bakso biasanya. Yakni ada bihun, mi, siomay, tahu, pangsit, dan tentunya bakso.Hanya saja, harganya yang berbeda dengan biasanya. Namun, masalah rasa dan kualitas sudah tidak perlu di khawatirkan lagi. Karena, tidak sedikit warga sekitar  yang menunggu kedatangannya untuk membeli dan menyantapnya.

Seperti salah satunya Deni Hidayat, dirinya mengaku terkadang sering menunggu bakso Mas Yono karena harganya murah dan rasanya tidak murahan.

“Kadang kalo lagi santai suka nunggu. Harganya murah tapi rasanya enggak kalah sama yang lain,” ujar Deni.

Lain dengan Putri Vina, dirinya mengungkapkan lebih suka bakso dan sambal racikannya, karena dirinya penggemar pedas.

“Yang pasti suka baksonya ya dan harga. Apalagi pedas sambelnya, bikin pengen nambah cuman takut gendutan,” ujar Putri sembari tertawa.

Untuk jam operasional juga dirinya cukup berbeda dengan yang lain, pasalnya dirinya mulai memangkal di kawasan Jalan Sasak Gantung mulai pukul 19.00 – 23.00. Namun, jam operasional tersebut sangat tentatif. Jika bakso laris keras, maka tak heran jika berkunjung pukul 21.00 dirinya sudah beres-beres.

“Datang biasa pukul19.00 ya atau jam 20.00. Tapi, kalo lagi rame ya pukul 21.00 atau 22.00 sudah beberes untuk pulang,” ujar Yono sembari pamitan akan melayani pembelinya.

Jadi, bagi yang ingin berkunjung dan penasaran dengan sosok tukang bakso ini. Bisa dicatat alamat lengkap di atas dan jam operasionalnya. (Jaka Jamalludin Yusuf)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar