Yamaha Mio S

Sidodadi, Toko Kue Legendaris di Bandung

  Minggu, 30 Juni 2019   Rizma Riyandi
Tampak suasana depan dari toko kue Legendaris Sidodadi di Jalan Otto Iskandardinata No 255 Kota Bandung. (Jaka Jamalludin Yusuf)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Berbicara soal tempat kuliner legendaris di Kota Bandung memang tidak pernah kehabisan bahan untuk diperbincangkan. Pasalnya tempat-tempat kuliner legendaris tersebut masih bisa di jumpai hingga saat ini. Seperti salah satunya toko kue Sidodadi yang berletak tepat di pusat Kota Bandung yakni Jalan Otto Iskandardinata No 255.

Toko Kue Sidodadi sudah berdiri sejak tahun 1954, dengan awal penjualannya yakni kue carabikang yang dibuat dari tepung beras. Kemudian, pada tahun 1960-an Sidodadi membuat produksi baru yakni roti yang dibuat secara tradisional dengan tangan tanpa memasukan produk pengawet. Sehingga jika berkunjung dan membeli roti di tempat ini, bisa bertahan hingga 3-4 hari.

Dengan tempat yang dapat dikatakan sederhana, pertama berkunjung ke toko ini akan disuguhi dengan pemandangan mata melihat makanan tradisional yang dijual oleh pedagang kaki lima. Seperti colenak, cingcau hijau, kelepon, dan awug. Setelah mata disuguhi oleh makanan tradisional dari para pedagang, memasuki toko ini sudah tercium aroma-aroma roti dan bolu yang sangat harum menyengat.

Setelah itu, ketika awal memasuki toko ini akan disapa oleh para karyawan yang ramah dan berada dibelakang etalase untuk menanyakan keperluan yang bisa dibantu. Dalam etalase tersebut, terpampang berbagai macam kue, bolu, roti dan carabikang. Untuk carabikang sendiri ada tiga jenis rasa yakni pandan, kelapa dan cokelat yang terbuat dari gula merah. Untuk mendapatkannya pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000/perlusin.

Sedangkan untuk roti, Sidodadi menyajikan berbagai macam varian rasa dan dua ukuran. Untuk roti ukuran kecil, ada rasa jagung, kismis, cokelat keju, nanas, srikaya dan lain sebagainya. Sedangkan untuk jenis roti berukuran besar dan paling sering diminati pengunjungnya yakni roti frans cokelat. Soal harga, yang kecil dibandrol mulai dari Rp 3.700 – Rp 4.900, sedangkan untuk ukuran yang besar dibandrol dengan harga Rp 13.000 – Rp 16.000.

“Yang paling banyak diminati para pengunjung biasanya roti besar yang frans cokelat, harganya mulai dari Rp 13.000,” ujar salah satu pegawai laki-laki di toko ini.

Untuk pengunjung yang ingin mendapatkan dan mencicipi berbagai macam makanan di toko ini, disarankan untuk datang lebih awal jika ingin secara langsung. Namun, jika ribet tingal memesan lewat aplikasionline saja. Karena tidak jarang untuk sekitar pukul 12.00 – 14.00 terkadang sudah kehabisan dan tinggal sisa beberapa saja.

“Mending datang awal kaya saya ini, daripada tidak kebagian. Waktu itu saja pukul 12.00 sudah kehabisan. Kalo gakeburu lewat aplikasi saja,” ujar Resti Fitri salah seorang pengunjung pada Minggu pagi (30/6/2019).

Selain Resti, salah seorang pengunjung lainnya yakni Noerman mengungkapkan karena harganya murah dan rasanya yang lezat jadi cocok untuk disantap sebagai menu sarapan pagi.

“Karena murah dan enak. Ya menurut saya cocok untuk di pakai menu santapan sarapan pagi kaya saya ini,” ujar Noerman bersama kawannya sembari menawarkan makanannya.

Maka, tidak heran jika berkunjung kesini kerap sekali kehabisan karena memang rasanya yang masih seperti dahulu (tanpa pengawet). Membuat toko ini tidak pernah sepi akan pengunjung setiap harinya. Selain itu, penyajian bungkus kue yang digunakanpun cukup menarik. Penasaran ? Mari berkunjung langsung ke lokasinya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar