Yamaha Lexi

Rp129 Miliar Untuk 111 Museum dan Taman Budaya se-Indonesia

  Jumat, 28 Juni 2019   Erika Lia
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (ketiga dari kiri) dan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat (keempat dari kiri) saat Festival Budaya Sunyaragi di Taman Goa Sunyaragi, Kota Cirebon, yang berlangsung hingga Minggu (30/6/2019).

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah 111 museum dan taman budaya se-Indonesia beroleh dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp129 miliar.
\n
\nPengalokasian dana operasional tersebut merupakan yang pertama kali. Dari total Rp129 miliar, sebesar Rp32 miliar di antaranya dialokasikan bagi taman budaya dan sisanya untuk museum.
\n
\nDirektur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Fitra Arda menyebut, bantuan terutama diberikan untuk penataan koleksi dan ruang publik. Pemberian DAK itu sendiri sebagai upaya menyelamatkan museum yang selama ini memperihatinkan.
\n
\nUntuk penataan koleksi dan ruang publik yang nyaris kurang diperhatikan banyak museum di Indonesia, ungkapnya.
\n
\nBesaran bantuan untuk 111 museum akan berbeda satu sama lain, sesuai tipologi museum. Museum bertipe A memperoleh dana lebih dari Rp1 miliar, tipe B sebesar Rp700 juta-Rp800 juta, dan tipe C sekitar Rp450 juta.
\n
\nMenurutnya, sampai kini tak sedikit pengelolaan museum hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan dn perawatan yang tak disertai publikasi dan tak menarik. Bantuan ini diharapkan akan memotivasi pengelola museum untuk mengeksplorasi hingga menarik minat masyarakat.
\n
\nKami harap pihak museum memiliki program menarik agar masyarakat berminat datang, cetusnya.
\n
\nKemendikbud sendiri kini tengah mengevaluasi dana tersebut, yang 45% dari jumlah bantuan dimanfaatkan untuk program yang menarik masyarakat. Lain halnya dengan perbaikan fisik museum, yang disebutnya sebagai kewenangan daerah.
\n
\nDia mengingatkan, kehadiran museum harus benar-benar dirasakan masyarakat, salah satunya dapat menumbuhkan aktivitas ekonomi warga sekitar. Museum ditegaskannya, merupakan salah satu sumber ketahanan budaya.
\n
\nSejauh ini, di Indonesia tercatat 435 museum. Dari jumlah itu, 118 museum di antaranya telah terstandarisasi, sesangkan sisanya tengah didata untuk distandarisasi, termasuk Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon.
\n
\nStandarisasi diantaranya meliputi jumlah koleksi, besar bangunan, sumber daya manusia, visi dan misi, serta fasilitas lain, seperti kepemilikan laboratorium atau tidak.
\n
\nSementara, sekalipun Museum Pusaka Keraton menjadi salah satu kandidat museum yang akan distandarisasi, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengungkapkan, banyak kendala dalam standarisasi museum.
\n
\nSelama standarisasi yang dipakai masih mengacu pada museum milik pemerintah, museum milik swasta akan susah masuk standar, ungkapnya.
\n
\nSalah satu kendala adanya jenjang kepangkatan. Menurut Arief, museum swasta tak bisa menerapkan aturan semacam itu.
\n
\nKarena itu, imbuhnya, bila upaya standarisasi akan terus dilakukan, harus ada klasifikasi antara museum milik pemerintah, baik pusat maupun daerah, dengan milik lembaga keraton atau swasta.
\n
\nDie menyebutkan, rata-rata 1.000 orang berkunjung ke museum pusaka yang berlokasi di area Keraton Kasepuhan Cirebon. Saat akhir pekan, jumlah itu meningkat menjadi 3.000 orang. Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon tergolong modern dan nyaman, dengan koleksi museum yang tertata baik.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar