Pendaftar yang Curangi KK untuk PPDB Jabar Akan Diminta Pindah Zonasi

  Rabu, 26 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Suasana hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 8 Bandung, Senin (17/6/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Tim Investigasi Domisili Penerimaan Peserta Didik Baru 2019 Jawa Barat hingga kini telah menemukan 10 pendaftar PPDB tingkat SMA-SMK yang melakukan kecurangan terhadap prasyarat zonasi melalui keterangan Kartu Keluarga (KK). Kecurangan tersebut di antaranya dilakukan dengan “mengakali” alamat domisili yang tertera di KK agar berjarak lebih dekat dengan SMA tujuan meskipun orang tua dan calon peserta didik baru yang bersangkutan tidak tinggal di alamat tersebut.

”KK-nya memang ada (di alamat tersebut), tapi orangnya (siswa) tidak di sana," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika, Rabu (26/6/2019).

AYO BACA : Protes KK Dominasi Pengaduan PPDB SMA-SMK di Jabar

Untuk menindak pendaftar yang melakukan kecurangan tersebut, Dewi mengatakan, pihaknya akan memanggil orang tua yang bersangkutan untuk kemudian diberlakukan aturan pindah zonasi sesuai dengan domisili sesungguhnya.

”Karenanya kita harus panggil orang tua (pendaftar). Tapi, yang penting harus lindungi hak anak. Anak jangan jadi korban. Mereka harus tetap sekolah,” jelasnya.

AYO BACA : Tim Investigasi PPDB Jabar Temukan 10 KK Mencurigakan

Dewi mengatakan, Tim Investigasi yang terdiri atas Dinas Pendidikan Jabar, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jabar, dan Satpol PP ini bekerja dengan langsung berkoordinasi dengan pihak RW setempat. Dari sanalah kesimpulan apakah kecurigaan KK yang diduga dijadikan modus pendaftaran PPDB benar dicurangi atau tidak. 

Sementara itu, Kepala Ombudsman Perwakilan Jabar Haneda Sri Lastoto mengingatkan, orang tua CPDB yang merasa masih mengalami kebingungan dalam melakukan pendaftaran maupun menemukan dugaan kecurangan di lapangan untuk segera menghubungi dinas terkait karena sistem pengaduan sudah terbuka.

”Publik harus segera sampaikan apabila ada dugaan kecurangan ataupun mekanisme yang dinilai membingungkan kepada dinas pendidikan atau dinas terkait karena mereka sudah sangat terbuka,” katanya.

AYO BACA : Tim Investigasi Jabar Periksa Alamat yang Diduga Bermasalah pada PPDB

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar