Yamaha Lexi

Wapres JK: Zonasi PPDB Bermakna Efisiensi

  Selasa, 25 Juni 2019   Dadi Haryadi
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 bermakna untuk efisiensi orang.

Jadi supaya ada pemerataan, maka jangan anak-anak punya nilai tinggi hanya terkonsentrasi (pada sekolah tertentu), kata Wapres ditemui di Kantor Wapres, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/6/2019).

Menurut JK, sekolah favorit di suatu daerah akan selalu ada karena siswa yang mendaftar merupakan yang terbaik.

Sekolah favorit, jelas Wapres, biasanya memiliki sistem pengajaran dan guru yang baik.

Wapres mengarahkan pemerintah daerah melengkapi fasilitas sekolah seperti perlengkapan komputer, laboratorium dan memberikan pelatihan kepada guru-guru sehingga kualitas pendidikan sekolahnya meningkat.

AYO BACA : Timbulkan Pro Kontra, Mendikbud Jelaskan Zonasi PPDB ke Komisi X DPR

Karena itu daerah harus mempunyai suatu inisiatif juga, demikian Kalla.

Aturan terkait sistem zonasi itu dikeluarkan berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 51 Tahun 2018 untuk PPDB 2019.

Dengan sistem zonasi maka calon siswa akan mendaftar di sekolah-sekolah terdekat alamat tempat tinggalnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun telah menjelaskan tentang sistem zonasi kepada DPR RI.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 bermakna untuk efisiensi orang.

AYO BACA : Jelang Penutupan, Sekda Jabar Terima 497 Aduan PPDB SMA-SMK

Jadi supaya ada pemerataan, maka jangan anak-anak punya nilai tinggi hanya terkonsentrasi (pada sekolah tertentu), kata Wapres ditemui di Kantor Wapres, Jakarta pada Selasa.

Menurut JK, sekolah favorit di suatu daerah akan selalu ada karena siswa yang mendaftar merupakan yang terbaik.

Sekolah favorit, jelas Wapres, biasanya memiliki sistem pengajaran dan guru yang baik.

Wapres mengarahkan pemerintah daerah melengkapi fasilitas sekolah seperti perlengkapan komputer, laboratorium dan memberikan pelatihan kepada guru-guru sehingga kualitas pendidikan sekolahnya meningkat.

Karena itu daerah harus mempunyai suatu inisiatif juga, demikian Kalla.

Aturan terkait sistem zonasi itu dikeluarkan berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 51 Tahun 2018 untuk PPDB 2019.

Dengan sistem zonasi maka calon siswa akan mendaftar di sekolah-sekolah terdekat alamat tempat tinggalnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun telah menjelaskan tentang sistem zonasi kepada DPR RI.

AYO BACA : PPDB Sistem Zonasi, Kadisdik: Hilangkan Negeri Minded

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar