Yamaha Lexi

Mesin Sangrai Kopi Langka Ini Hadirkan Budaya Indonesia dalam Desainnya

  Selasa, 25 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Stanley Wangsanegara. (Nur Khansa/ayobandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Dua pakar kopi yang telah melanglangbuana dunia, Willian Edison dan Stanley Wangsanegara, bekerja sama memproduksi alat sangrai kopi atau coffee roaster unik dengan tema khusus.

Stanley yang sekaligus juga memiliki merk aneka coffee maker bernama Suji Premiun Handcrafter tersebut berkolaborasi dengan William menciptakan coffee roaster yang memiliki desain khas Indonesia di setiap produknya.

Produk pertama yang dibuat adalah WE X Suji Mini Roaster 100. Alat tersebut tergolong jarang ditemui karena kapasitasnya yang terbilang minimalis dan cocok digunakan untuk konsumsi rumah tangga, yakni 100 gram.

"Kita memang bikin alat yang kapasitasnya 100 gram, bisa dibilang jarang ada. Ini dibuat dengan teknologi yang kita punya sehingga bisa menghasilkan hasil roasting yang konsisten, merata, jadi bisa digunakan sebagai sample roaster," jelas Stanley ketika ditemui selepas pelelangan WE X Suji Mini Roaster 100 di Upnormal Coffee Roasters Cihampelas beberapa waktu lalu.

Menurutnya, mesin dengan ukuran 100 gram cocok untuk digunakan para pehobi. Kapasitasnya kira-kira setara dengan 10 cup espresso.

"Tidak terlalu besar dan tetap bisa bermain (tingkat roasting) di dark, medium, atau light. Kita sediakan sarananya," jelasnya.

AYO BACA : Mesin Sangrai Kopi Bertandatangan Ridwan Kamil Laku Dilelang Rp20 Juta

Selain itu, hal yang paling membuat alat tersebut istimewa dan laku dilelang hingga Rp20 juta adalah desainnya yang unik dengan membawa elemen budaya Indonesia ke dalamnya. Selain itu, seluruh komponen yang digunakan juga asli menggunakan produk dalam negeri. Coffee roaster tersebut dibuat di bilangan Gedebage, Bandung.

Rencananya, mereka akan menghadirkan beberapa seri nusantara. Seri pertama yang dikeluarkan dan ditandatangani Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil adalah seri Bali.

"Ini seri limited, sebelumnya kita punya seri standar. Di seri yang limited kita enggak hanya cerita tentang kopi, tapi juga cerita dari daerah yang kita angkat," ungkap William.

"Seri pertama itu Barong, mewakili Bali. Ke depan kita akan bikin beberapa dari berbagai provinsi yang akan kita angkat kebudayaan daerahnya," tambahnya.

Saat ini, baru dua buah coffee roaster edisi spesial yang diproduksi. Seri Bali telah laku dilelang, dan satu mesin lainnya saat ini tengah diikutsertakan dalam kompetisi Good Design Award di Jepang mewakili Indonesia.

"Ada satu lagi yang sedang dikirim ke Jepang untuk Good Design Award, enggak ada yang punya. Kita keluar sebagai juara di Good Design Award Indonesia, dan naik jenjangnya ke kompetisi yang ada di Jepang," jelasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar