Yamaha NMax

Merancang Masa Depan Panggung Skena Musik Supercadas Bandung

  Senin, 24 Juni 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Diskusi terbuka metal Indonesia-Internasional 'Bandung Metal Affair' yang digelar di Museum Kota Bandung, Senin (24/6/2019). (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Lima belas atau dua puluh tahun lalu, sulit membayangkan tempat clubbing bisa jadi wahana berpogo para penikmat musik supercadas. Tapi itulah yang terjadi di Bandung kiwari. Selain ajang besar seperti Bandung Berisik dan Hellprint, banyak studio dan kafe jadi tempat manggung band-band underground, entah aliran punk, hardcore, black metal, dan lain-lain. 

Hal ini tak lain lantaran setelah gedung olahraga Saparua tak boleh digunakan, pemusik cadas Bandung memang kesulitan mendapat tempat manggung. Masalah itu diperparah peristiwa Sabtu Kelabu, saat 11 orang tewas dalam konser band metal Beside di Asia Africa Cultural Center (AACC), 9 Februari 2008. Sejak itu, tak hanya susah mendapat tempat, perizinan juga dipersulit.

Tragedi AACC terjadi saat band metal Beside menggelar konser peluncuran album pertamanya Againts Ourselves. Kericuhan terjadi saat Beside sudah mengakhiri konsernya. Kapasitas gedung yang tak muat menampung banyak penonton dan pengaturan pintu masuk dan keluar yang miskoordinasi membuat penonton berdesakan di pintu. Dari peristiwa itu, 11 penonton meregang nyawa karena kesulitan bernapas.

Peristiwa itu menggegerkan skema musik metal di Bandung, bahkan Indonesia. Dampak yang terasa sangat besar, terutama menjadi terbatasnya kebebasan band rock atau metal menggelar pertunjukan. Akan tetapi, meski sempitnya ruang berekspresi tak menyurutkan langkah komunitas metal di Bandung. 

Di tengah keterbasan, justru denyut mereka makin cepat. Pergerakan mereka tak terbendung karena komunitas ini didukung pendengar yang loyal. Tak bisa tampil di Bandung, mereka tetap tampil di luar kota bahkan luar negeri. Hasilnya, kini metal kembali berjaya walaupun dengan setumpuk persoalan bersama yang harus diselesaikan.

AYO BACA : Riset: Gen Milenial Indonesia Lebih Suka Dangdut, Ketimbang Jazz dan Rock

Kimung, salah satu dedengkot musik cadas di Kota Bandung memetakan hal yang menurutnya justru perlu campur tangan pemerintah, selain kemudahan perizinan, yakni wadah terbuka berupa festival atau ruang gigs untuk band-band underground kota Bandung. 

Pasalnya, Kimung menyebut perkembangan skema metal di Bandung pascatragedi AACC sangat masif. Memang komunitas itu sempat mengalami fase jatuh selama dua sampai tiga tahun. Namun, kemudian hal itu menjadi pembelajaran untuk berkembang ke depannya. 

Setelah tragedi 2008, terbangun gerakan metal di Bandung yang lebih berbeda. Pasca-peristiwa AACC itu melahirkan data yaitu terdapat 40.000 metalhead di komunitas metal. Disadari atau tidak, mereka membangun infrastruktur ekonomi kreatif, tentu ini sangat besar dan komunitas ini sangat aktif bahkan dari awal kemunculannya komunitas ini tetap eksis, tutur Kimung dalam diskusi terbuka metal Indonesia-Internasional 'Bandung Metal Affair' yang digelar di Museum Kota Bandung, Senin (24/6/2019).

Namun yang jadi persoalan, Kimung menyebut, kiwari masih minimnya ruang untuk potensi band metalhead muda. Maklum, sekarang memang ada acara-acara besar yang juga bersponsor seperti Hellprint dan Bandung Berisik. Namun, di acara sebesar itu, band-band pemula tentu hanya bisa jadi 'konsumen'. Padahal, band tak cukup hanya berlatih. Mereka perlu manggung dan mendapatkan ruang. 

Hari demi hari setelah tragedi 2008, metalhead muda di Bandung makin menjamur dan makin aktif. Tapi mereka masih membutuhkan festival atau wadah yang serius. Karena line up di setiap festival masih diisi deretan nama band besar, itu-itu terus yang tampil, padahal metalhead ini sangat banyak di Bandung. Jadi kita harus memotong sendatan itu dan kita mulai melakukan regenerasi, katanya.

AYO BACA : Nenek Tua 96 Tahun Jadi Vokalis Band Metal

Di lain pihak, Dom Lawson dari Metal Hammer Magzine menilai Indonesia punya kepercayaan diri untuk skena musim supercadas tersebut. Salah satunya pada 2017 lalu, untuk pertama kalinya, Indonesia terlibat dalam kompetisi berskala internasional yang merupakan sub-program dari festival heavy metal terbesar di dunia, Wacken Metal Battle. 

Keberadaan Wacken Metal Battle di Indonesia kata Dom menjadi sangat penting. Selain menambah catatan sejarah, ajang ini menjadi bukti bahwa musik ekstrem di Indonesia mulai memberi dampak baik untuk negara. 

Secara global, musik Indonesia semakin dikenal karena kapabilitasnya. Secara internal, kompetisi ini memupuk semangat 'sehat' sekaligus memotivasi band-band cadas potensial dalam negeri. Kompetisi ini juga menjadi perpanjangan tangan dari usaha untuk melebarkan sayap band-band cadas Indonesia di ruang permainan yang lebih luas. Lantaran di kenyataannya, kata Dom, band Indonesia memang sudah seharusnya memiliki tempat di luar negeri sendiri.

Hal yang penting menurut saya saat datang ke sini adalah kultur kepercayaan dirinya. Seperti kemarin (Sabtu, 22 Juni 2019 di Soreang) ada Wacken Metal Battle menurut saya itu memiliki organisasi yang bagus. Sekarang tinggal bagaimana mengorganisir potensi ini, mulai dari ekspose hingga wadah serius yang bisa menjadi ruangnya, kata Dom.

Senada, Luuk Van Gestel dari Doomstar Booking Agent menyebut industri skena musik cadas di Bandung masih membutuhkan posisi tegasnya untuk menempatkan diri. Semisal raksasa metal asal Bandung, Burgerkill kerap wara-wiri menjadi pengisi acara festival metal dunia. Hal ini bisa disimpulkan, keberadaan musik ekstrim di Indonesia semakin terlihat dan pintu itu memang sudah terbuka.

Perlu diketahui metal indonesia di daerah kami sangat terkenal, dan Indonesia bisa mendorong potensi itu. Mulai dari live show hingga ferstival-festival untuk mewadahi itu. Dan dari segi agen menurut saya, kesempatan itu sama seharusnya, baik band kecil atau band kecil tergantung bagaimana materi musik yang mereka miliki. Itu sudah menjadi blueprint dari setiap agen untuk memilih siapa band yang bisa mereka kontrak atau ajak bergabung di festival, ujarnya.

AYO BACA : Psikolog: Terapi Musik Mampu Pulihkan Penderita Stroke

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar