Yamaha Lexi

Menggunakan Smartphone Dapat Menyebabkan Keanehan pada Tengkorak

  Senin, 24 Juni 2019   Andres Fatubun
Ilustrasi.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Waktu yang Anda habiskan dalam menggunakan smartphone tampaknya dapat mengubah tengkorak.  Mungkin ini salah satu alasan mengapa beberapa orang - terutama yang lebih muda merasakan ada benjoaln pada tulang yang tepat di atas leher mereka.

Benjolan yang ada ditulang tengkorak - yang dikenal sebagai tonjolan oksipital eksternal - kadang-kadang sangat besar, Anda dapat merasakannya dengan hanya menekan jari-jari Anda tepat pada pangkal tengkorak Anda.

"Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun, dan hanya dalam dekade terakhir ini, saya menemukan bahwa pasien saya memiliki pertumbuhan pada tengkorak yang cukup aneh," ujar David Shahar, seorang ilmuwan kesehatan di University of The Sunshine Coast, Australia,  jelasnya kepada BBC dalam perbincangan yang menarik mengenai perubahan pada kerangka manusia.

Sebab-akibatnya saat ini belum teridentifikasi, tetapi mungkin saja lonjakan itu berasal dari terlalu sering menekuk leher pada posisi yang tidak nyaman untuk sekadar bermain smartphone.  Kepala manusia itu beratnya sekitar 10 lbs.  (4,5 kilogram), dan menekuknya ke depan hanya untuk melihat foto-foto kucing yang lucu (atau apapun yang  Anda lakukan untuk menghabiskan waktu di smartphone Anda) dapat membuat leher Anda tegang - karenanya orang-orang menjadi kriket bahkan kadang-kadang dikenal sebagai "text neck".

Text neck dapat menimbulkan tekanan pada titik di mana otot leher menempel pada tengkorak, dan tubuh cenderung merespons dengan meletakkan tulang baru, yang mengarah ke benjolan runcing, Shahar mengatakan kepada BBC, bahwa lonjakan ini mendistribusikan bobot kepala di area yang lebih besar, katanya.

Dalam studi tahun 2016 di Journal of Anatomy, Shahar dan seorang rekannya melihat radiografi dari 218 pasien muda, usia 18 hingga 30, untuk menentukan berapa banyak yang mengalami benjolan ini.  Paku biasa harus mengukur setidaknya 0,2 inci (5 milimeter), dan paku yang diperbesar diukur 0,4 inci (10 mm).

Secara keseluruhan, para dokter menemukan, sekitar 41% dari kelompok ini  memiliki lonjakan yang membesar dan 10% memiliki lonjakan yang sangat besar berukuran setidaknya 0,7 inci (20 mm). Secara umum, paku yang membesar lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.  Lonjakan terbesar terdapat pada seorang pria, mencuat pada 35,7 mm (1,4 inci).

Bahkan studi lain menemukan dari 1.200 individu, usia 18 hingga 86, yang Shahar dan rekan peneliti mengungkapkan bahwa lonjakan ini lebih umum pada orang yang lebih muda.  Lonjakan yang membesar terjadi pada 33% dari kelompok tersebut, justru peserta yang berusia 18 hingga 30 tahun secara signifikan lebih cenderung memiliki lonjakan ini daripada generasi yang lebih tua.

Benjolan ini mungkin akan tetap berada disitu. "Bayangkan jika Anda memiliki stalaktit dan stalagmit, jika tidak ada yang mengganggunya, mereka akan terus tumbuh," katanya kepada BBC. Untungnya, hal ini jarang menyebabkan masalah terhadap medis. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan karena hal ini, bagaimanapun, cobalah perbaiki postur tubuh Anda, katanya. (Nadia Syailana)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar