Yamaha

3 Provinsi Diperkirakan Mengalami Kemarau Ekstrem

  Minggu, 23 Juni 2019   Dadi Haryadi
Ilustrasi kemarau. (Pixabay.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pusat Analisis Situasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pastigana BNPB) memperkirakan akan terjadi hari tanpa hujan kategori ekstrem atau lebih dari 60 hari di wilayah-wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Wilayah yang diperkirakan akan mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari, antara lain Kemulan, Jawa Timur; Sambirenteng, Bali; serta Wairang, Fatukety, Sulamu, dan Oepoi di Nusa Tenggara Timur, kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat BNPB Rita Rosita di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (23/6/2019).

AYO BACA : Kemarau 2019 Diprakirakan Lebih Kering, Ini Imbauan BMKG

Selain hari tanpa hujan kategori ekstrem, Pastigana BNPB juga memperkirakan akan terjadi hari tanpa hujan kategori sangat panjang atau 30 hari hingga 60 hari di beberapa provinsi di Indonesia.

Hari tanpa hujan kategori sangat panjang, kata dia, diperkirakan terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

AYO BACA : Memasuki Musim Kemarau, Pemkab Bandung Surati BMKG

Menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kekeringan, tutur Rita.

Dia mengimbau pemerintah daerah untuk mempersiapkan warganya dengan penyiapan sumber daya, pemantauan ketersediaan air bersih, serta pemenuhan standar minimum air untuk kebutuhan warga dan hewan ternak.

Pastigana BNPB memperkirakan awal musim kemarau 2019 umumnya akan terjadi pada Mei, Juni, dan Juli dengan persentase sekitar 83 persen. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2019 dengan persentase 53 persen.

AYO BACA : Cuaca Pagi Bandung Dingin Akibat Kemarau, Puncaknya Agustus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar