Yamaha Lexi

Jelang Penutupan, Sekda Jabar Terima 497 Aduan PPDB SMA-SMK

  Sabtu, 22 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa.(Nur Khansa/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa hingga sehari menjelang penutupan pendafaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah menerima sebanyak 497 aduan. Dia mengatakan, sebanyak 455 aduan telah terselesaikan.

"Kita bisa selesaikan 455 pengaduan sehingga tinggal 42 lagi yang harus ditindaklanjuti. Kondisi sistem yang saya khawatirkan sejauh ini ternyata sangat aman," ungkapnya ketika ditemui di Gedung Sate, Jumat (21/6/2019).

Iwa mengatakan, sejauh ini pendaftar PPDB tingkat SMA-SMK yang telah terinput adalah sebanyak 258.727 pendaftar. Sementara itu, jumlah yang telah terverifikasi mencapai 204.309 pendaftar. Jumlah ini akan terus bertambah pada hari penutupan pendaftaran pada Sabtu (22/6/2019) sekitar pukul 14.00.

Untuk kuota SMA dan SMK negeri, sejauh ini Jabar menyediakan total 30% dari jumlah keseluruhan SMA dan SMK negeri dan swasta yang ada di Jabar. Sebanyak 70% pendaftar akan ditempatkan di sekolah swasta.

"70% nya tetap di sekolah swasta, tapi sekarang banyak yang kualitasnya sama (dengan negeri). Kepada ibu-ibu, jangan sampai merasa menyesal apalagi sampai si anak tidak mau sekolah," jelasnya.

Selain aduan yang telah terselesaikan, pihaknya juga telah membentuk tim investigasi kecurangan PPDB yang digawangi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jabar, Satpol PP dan Dinas Pendidikan Jabar. Sejauh ini, indikasi kecurangan didapat di antaranya adalah soal 'pengakalan' Kartu Keluarga agar domisili yang tercantum berjarak lebih dekat dengan sekolah tujuan dibanding jarak dari rumah asli mereka, meski melalui syarat administratif yang sah. 

"Meskipun tidak ada pelanggaran kependudukan, tapi kita lihat motivasinya bahwa kalau ada akal-akalan, maka kita akan mengarahkan ke orangtua yang bersangkutan untuk dilakukan koreksi," jelasnya.

"Sanksinya adalah revisi sesuai dengan zonasi yang bersangkutan. Orang tuanya yang akan kita dorong untuk melakukan perbaikan. Akan ditindak perkasus karena ini biasanya hanya terjadi di perkotaan saja, yang persaingannya sangat ketat," tambahnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar