Yamaha Lexi

Kronologi Pencatutan Alamat SMPN 2 Bandung di KK Bodong Demi PPDB

  Jumat, 21 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Kepala Sekolah SMPN 2 Bandung, Agus Deni Syaefu. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Alamat SMPN 2 Bandung di Jalan Sumatera Nomor 42 kedapatan dicatut oleh salah seorang pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di Kota Bandung. Pendaftar tersebut diduga berniat untuk mengikuti seleksi PPDB ke salah satu SMA negeri favorit di Jalan Belitung.

Kasus tersebut mula-mula dilaporkan oleh Ketua Federasi Aksi Guru Indonesia (FAGI), Iwan Hermawan. Dia yang juga merupakan panitia PPDB SMAN 9 Bandung tersebut mengemukakan temuan yang diterimanya dari tim investigasi FAGI yang notabene merupakan sesama guru lintas sekolah.

Iwan mengatakan, terdapat Kartu Keluarga (KK) pendaftar PPDB yang beralamatkan persis seperti alamat SMPN 2 Bandung.

"Saya dapat laporan ada sekolah favorit yang berdekatan dengan SMA favorit, yang menerima KK beralamatkan SMPN 2 Bandung. Ini hasil lacakan teman-teman investigasi FAGI," ungkapnya pada wartawan ketika ditemui di sela-sela sesi PPDB SMAN 9 Bandung, Selasa (18/6/2019).

Dia kemudian menujukan pada wartawan foto KK yang dimaksud. Pada foto KK tersebut, salah satu peserta benar tercatat berumahkan di Jalan Sumatera Nomor 42. "KK ini diduga aspal, asli tapi palsu. KK nya sih asli, tapi bisa jadi orang tersebut rumahnya bukan di sana. Tiba-tiba punya KK di SMPN 2 karena lulusan sana," ungkap Iwan.

Ketika dikonfirmasi ke pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung di hari yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Bandung Wuryani membenarkan keabsahan KK atas nama kepala keluarga yang tercantum dalam KK tersebut.

"KK dan nomor KK atas nama yang bersangkutan memang secara administratif masih aktif di Kota Bandung, dan memang legal dari aspek kependudukannya," ungkapnya ketika ditemui di ruangannya.

"Kami tidak punya kewenangan untuk mengaitkan dengan PPDB, hanya secara administratif, betul yang bersangkutan tercatat beralamatkan di alamat tersebut sesuai dengan tanggal penerbitan, yakni Oktober 2018," jelasnya.

AYO BACA : Anak Kedua Ridwan Kamil Daftar PPDB Lewat Jalur Perpindahan

Adapun kepala keluarga dalam KK tersebut tercatat sudah tinggal alamat SMPN 2 Bandung sejak 3 tahun lalu dengan pekerjaan sebagai wiraswasta. Meski demikian, pihak Disdukcapil Bandung mengatakan tidak memiliki kewenangan untuk memverifikasi soal benar atau tidaknya orang yang bersangkutan tinggal di alamat sesuai KK.

"Saya enggak bisa menanyakan benar tidak mereka tinggal di sana, sepanjang mereka mengikuti prosedur, ya itu hak warga negara untuk bertempat tinggal di manapun. Kapasitas Disdukcapil tidak sampai sana, " jelasnya.

Adapun prosedur yang dimaksud adalah adanya surat pengantar dari RT/RW yang menyatakan keabsahan tempat tinggal penduduk yang bersangkutan, di samping syarat-syarat administratif lainnya. 

 

Rumah penjaga sekolah

Sementara itu, ketika dikonfirmasi pada Rabu (19/6/2019), Ketua RT 03 RW 01, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Alpip membenarkan adanya KK dengan nama kepala keluarga dan nama calon siswa yang bersangkutan tinggal di alamat SMPN 2 Bandung. Dirinya mengakui mendapat permintaan perubahan KK tersebut satu tahun lalu. 

Dia menerangkan, KK tersebut sebelumnya memuat data dua anggota keluarga: sang kepala keluarga dan anak kandungnya. Kemudian, setahun lalu ada pengajuan yang meminta penambahan anggota keluarga ke dalam KK yang dimaksud. 

"Saya sebagai RT, kalau ada yang minta pindah kesini dan dia datang dengan kepala keluarga untuk penambahan (anggota) dengan data surat pindah, saya enggak bisa menolak. Jadi memang ada surat pindah dari luar ke sini," ungkapnya.

AYO BACA : PPDB Sistem Zonasi, Kadisdik: Hilangkan Negeri Minded

Dia menerangkan, alamat yang tertera pada KK adalah rumah penjaga sekolah SMPN 2 Bandung. Namun, dia tidak mengetahui hubungan keluarga antara kepala keluarga yang tercantum dengan calon siswa tersebut.

Berdasarkan foto KK yang diterima Ayobandung.com, calon siswa tersebut tercantum dalam KK dengan status "lainnya", yang artinya dirinya bukanlah anak kandung kepala keluarga--hanya bersifat menumpang dalam keluarga yang bersangkutan atau dalam alamat yang tercantum.

Sudah lama pindah 

Kepala Sekolah SMPN 2 Bandung, Agus Deni Syaefu mengaku telah mengetahui aduan mengenai hal tersebut dan kemudian melakukan penelusuran. Dia mengatakan, nama kepala keluarga yang tercantum dalam KK yang dipersoalkan tersebut merupakan istri dari mantan penjaga sekolah SMPN 2 Bandung yang sudah tidak berdomisili di sekolah tersebut sejak lama.

Rumah yang dulu ditempati mantan penjaga sekolah dan sang istri pun kini telah lama difungsikan sebagai kantin. "Dia itu istrinya penjaga sekolah di sini, tapi suaminya meninggal dunia dan dia kemudian pindah. Cuma saya tidak tahu kalau KK nya masih (pakai alamat) di sini, seharusnya kan RT/RW di tempat beliau sudah mengurus kepindahannya. Dulunya memang di sini," jelasnya ketika ditemui di ruangannya, Jumat (21/6/2019).

Dia membenarkan bahwa calon siswa yang tercantum dalam KK tersebut adalah alumni SMPN 2 Bandung. Namun, dirinya tidak mengetahui hubungan siswa tersebut dengan sang istri mantan penjaga sekolah.

Saat ini, dia menerangkan, penjaga sekolah SMPN 2 Bandung yang masih bertugas memang menempati sebuah rumah tembok beratapkan seng di area belakang sekolah. KK sang penjaga sekolah, Suherman, saat ini tercatat beralamatkan di Jalan Sumatera Nomor 42.

"Kalau yang menetap di sini sekarang Pak Suherman. Mereka tidak ada masalah, ada saudaranya (yang ikut tinggal) dan tidak terkait PPDB," jelasnya.

Ketika ayobandung.com meninjau rumah penjaga sekolah tersebut, lokasinya terpisahkan dengan parit dari tembok kelas SMPN 2 Bandung sehingga diklaim berada di luar batas tanah sekolah. Humas SMPN 2 Bandung, Dwi Yanti mengatakan rumah tersebut merupakan tanah negara yang tidak secara langsung berada di dalam SMPN 2 Bandung.

"Penjaga sekolah yang sekarang dan anaknya bayar PBB sendiri, jadi meskipun alamatnya di Jalan Sumatera 42, tapi tidak berada di dalam sekolah," ungkapnya.

Rumah tersebut, Dwi mengatakan sudah ada sejak lama bahkan saat sang kepala keluarga dalam KK bermasalah tersebut belum bekerja di sana. "Jadi memang penjaga sekolah sudah dari jaman sekolah ini berbentuk HIS (Hollandsche Inlandsche School) sudah tinggal di sana," ungkapnya. 

AYO BACA : KPAI Sarankan Orang Tua Tak Mengantre Saat Daftar PPDB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar