Yamaha Aerox

Atalia Kamil Sambangi Rumah Korban Pelecehan Seksual Oknum ASN Dinsos

  Kamis, 20 Juni 2019   Faqih Rohman Syafei
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Atalia Praratya Kamil saa menyambangi kediaman SW, korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Jawa Barat di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20/6/2019). (Faqih Rohman/Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM—Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Atalia Praratya Kamil menyambangi kediaman SW, korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Jawa Barat di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20/6/2019). Atalia menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini.

"Kami bersama dengan ketua tim penggerak PKK KBB dan wakil ketua satu juga hadir untuk melihat sejauh mana perkembangan dari kasus ini," ujarnya kepada awak media, Kamis (20/6/2019).

Atalia mengatakan, setelah bertemu dengan keluarga korban, pihaknya bersama P2TP2A KBB akan memberikan pendampingan. Selain itu, korban pun akan direhabilitasi agar tidak trauma dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. 

AYO BACA : Emil Minta Oknum ASN yang Lecehkan Difabel Segera Dihukum

"Kami akan pantau terus perkembangan sang anak mudah-mudahan tidak menjadi trauma, ini akan dipantau langsung agar anak bisa kembali," katanya. 

Terkait kasus ini, sebutnya, pihak keluarga korban telah melaporkannya kepada pihak yang berwajib beberapa waktu lalu, dan saat ini tengah menunggu hasil visum korban.

AYO BACA : Heboh Pelecehan Seksual Driver Grab, Komnas Perempuan: Perlindungan Aplikator Lemah

"Kalau kepolisian sudah ada tinggal tunggu hasil visum, keluarga sepakat akan terus berlanjut sampai selesai," ucap Atalia.

Dia menjelaskan, berdasarkan pengakuan korban, aksi pelecehan tersebut tidak sebatas sentuhan fisik. Namun, terkait hal tersebut, Atalia mengaku belum bisa berkomentar banyak.

"Menurut korban sudah cukup jauh tidak hanya sentuhan fisik atau ciuman bibir, membuka pakaian dan lebih jauh dari itu. Kami belum bisa sampaikan karena nunggu visum bahwa itu benar atau tidak," katanya. 

Atalia pun mengaku prihatin terkait dengan banyaknya kasus pelecehan yang menimpa anak-anak. Menurutnya, banyak dari pelaku kekerasan seksual berasal dari lingkungan dekat korban sehingga orang tua perlu kembali melakukan pengawasan menyeluruh guna melindungi anak.

"Biasanya ini terjadi pada lingkungan terdekat apakah keluarga dekat, guru atau teman, tetangga dan sebagainya. Kami juga bersama pihak terkait terus menginformasikan kepada masyarakat luas tentang peran penting keluarga dalam menjaga anak-anaknya," pungkasnya.

AYO BACA : Gerakan #MeToo Sebagai Katalisator Perjuangan Penyintas Kekerasan Seksual

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar