Yamaha

BPN Dinilai Gagal Buktikan Kecurangan, Yusril Enggan Hadirkan Saksi

  Kamis, 20 Juni 2019   Fira Nursyabani
Ketua kuasa hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Yusril Ihza Mahendra berjalan keluar seusai menyerahkan berkas materi jawaban di Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Senin (17/6/2019). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf , Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pihaknya berencana hanya akan menghadirkan ahli dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Menurutnya, hal itu karena saksi pemohon dinilai gagal membuktikan adanya kecurangan pemilu.

"Sekarang kalau mereka sudah tidak bisa membuktikan tuduhannya, lalu untuk apa kami menghadirkan saksi lagi," ujar Yusril sebelum sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (20/6/2019).

AYO BACA : Yusril Kritik Saksi Prabowo-Sandi karena Paparkan Analisis dan Pendapat

Ia mengaku sebelumnya sempat penasaran dengan bukti yang dimiliki kuasa hukum Prabowo-Sandiaga tentang kecurangan pemilu dan pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Namun ternyata dalam sidang, saksi dan ahli tidak dapat membuktikan hal itu.

"Ternyata bukti yang wow dibilang Pak Bambang Widjojanto itu tidak ada apa-apanya. Jadi bukti saksi, ahli, surat itu menurut analisis saya tidak ada satu pun yang bisa membenarkan atau membuktikan dakwaannya," tutur Yusril.

AYO BACA : Sidang MK Lewati Tengah Malam, Yusril Interupsi

Untuk itu, menurut dia, ahli perlu dihadirkan untuk memperkuat argumentasi, sementara saksi tidak diperlukan untuk membantah dalil permohonan. Yusril mengatakan ahli yang akan dihadirkan akan memberikan pendapat berkaitan dengan kecurangan dan pelanggaran TSM.

"Kami akan menghadirkan seorang lulusan hukum pidana yang juga sedikit banyak mendalami tentang tindak pidana terkait UU Pemilu," kata Yusril.

Mahkamah memberi kesempatan kepada pemohon dan termohon untuk menghadirkan maksimal 15 orang saksi dan dua orang ahli untuk didengar keterangannya. Sebelumnya MK telah mendengarkan keterangan 14 saksi dan dua ahli pihak Prabowo-Sandi selaku pemohon pada Rabu (19/6/2019).

AYO BACA : Yusril Minta MK Tak Terima Permohonan Prabowo-Sandi Karena Cacat Formil

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar