Yamaha Lexi

Sentra Industri Kaset Terdahulu yang Masih Bertahan di Bandung

  Selasa, 18 Juni 2019   Andres Fatubun
Penjual kaset di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung (Jaka Jamalludin Yusuf)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Perkembangan teknologi yang kini semakin canggih, membuat para penggunanya semakin mendapatkan kemudahan dalam mengakses sesuatu. Baik itu komunikasi jarak jauh, surat menyurat, berfoto, mendengarkan musik, sampai dengan menonton film (streaming). 

Dahulu di Kota Bandung jika ada film terbaru di bioskop, biasanya orang-orang berbondong menontonnya. Namun, untuk orang-orang yang kurang memiliki waktu atau kurang mampu biasanya lebih memilih membeli sebuah CD/Kaset bajakan yang dijual pedagang di lokasi Jalan Dalem Kaum atau lebih tepatnya memiliki nama “Kota Kembang”.

Berbeda dengan sekarang, jika dahulu lari langsung menunggu kaset rilis di penjual. Sekarang, orang-orang lebih memilih lari membeli kuota internet untuk melakukan streaming di rumah tanpa perlu ribet mencari penjual kaset. Namun, apakah saat ini di Kota Bandung masih ada yang menjual CD kaset tersebut ? Apakah masih ada pembelinya ?

Di awal Jalan Dalem Kaum yang sekarang ditutup akses jalannya sampai area samping Masjid Raya Agung Bandung. Dahulunya, disitu terdapat sebuah sentra pusat perbelanjaan berbagai macam jenis CD kaset. Mulai dari kaset film, anime, kartun, musik, sampai dengan CD game Playstation.

Meskipun yang dijual disitu berlabel “bajakan”, akan tetapi tempat tersebut tidak pernah sepi akan pengunjung. Sayangnya, untuk saat ini tempat tersebut sudah ditutup sejak 2009 lalu dan sekarang digantikan oleh toko sepatu. Namun, di sepanjang ruas jalan ini masih ada sisa-sisa pedagang yang masih tetap bertahan jualan kaset.

Seperti yang berhasil Ayobandung.com wawancarai yakni Agam warga asli Padang yang sudah lama merantau di Bandung. Dirinya menyebutkan bahwa hanya usaha ini yang masih mampu menyambung hidupnya sampai saat ini.

“Usaha ini paling yang sejak dahulu menghidupi saya bertahan di Kota Bandung,” ujarnya pada Selasa (18/6/2019).

Agam juga menjelaskan bahwa untuk pembeli-pembeli kaset kian menurun, tidak seperti dahulu jaman adanya pasar Kota Kembang. Karena kebanyakan orang lebih memilih membeli kuota internet untuk modal  menonton online.

“Sekarang sudah ga nentu penghasilan, kebanyak milih streaming. Paling yang masih berkunjung anak-anak beli kaset kartun atau orang tua yang membeli kaset musik dangdut,” lanjut Agam.

Untuk harga satu kaset kian berparian, mulai dari Rp5.000 – Rp20.000 tergantung kaset yang di inginkan. Namun untuk kaset-kaset game playstation dirinya hanya menjual kaset playstation 2 dengan bandrol harga Rp35.000 untuk satu kaset.

Selain di Jalan Dalem Kaum, penjual kaset yang masih bertahan sampai saat ini yakni di sepanjang Jalan Astana Anyar tepat di dekat terminal Tega Lega. Disepanjang jalan tersebut, sekitar kurang lebih lima penjual kaset masih bisa ditemui dan berthan hingga saat ini. Umumnya penjual kaset di Jalan Astana Anyar lebih banyak menjual kaset-kaset musik dan video klip-nya, ketimbang dengan film atau kaset game.

“Lumayan masih banyak sih yang beli kalo kaset dangdut, soalnya ibu-ibu suka karaokean dirumah” ujar Dadang Hendrawan salah satu pedagang kaset di Astana Anyar.

Untuk harganya relatif sama seperti di Jalan Dalem Kaum, namun disinya lokasinya berjualannya menyatu dengan segala keperluan rumahan dan aksesoris motor. Baik itu baru maupun loakan (bekas).

Kedua tempat tersebut dapat dikatakan menjadi saksi bisu lokasi tempat masyarakat Bandung dahulu membeli sebuah kaset perfilman.Namun, adanya perkembangan teknologi yang canggih, membuat beberapa tempat sentra industri terdahulu gulung tikar di Bandung karena terkalahkan oleh canggihnya teknologi. (Jaka Jamalludin Yusuf)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar