Yamaha NMax

SMAN 9 Bandung Layani PPDB Hari Pertama Hingga Jelang Tengah Malam

  Selasa, 18 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Orang tua mengantar anakanya mengikuti pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 9 Bandung. (Iwan Hermawan)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Membludaknya pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA-SMK di hari pertama membuat para panitia PPDB di SMAN 9 Bandung di bilangan Pajararan harus bekerja ekstra. Pasalnya, panitia memutuskan untuk membuka pelayanan pendaftaran hingga malam hari.

Padahal, sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, pelayanan pendaftaran idealnya selesai pada pukul 14.00. Namun, hingga malam hari, para orang tua calon peserta didik yang belum terlayani masih belum beranjak.

"Akhirnya kami sepakati saja dengan para orangtua murid, bersedia enggak kalau menunggu sampai malam hari? Mereka bilang siap, jadi kami layani," ungkap panitia bidang informasi dan pengaduan masyarakat PPDB SMAN 9, Iwan Hermawan saat ditemui di sela tugasnya di SMAN 9, Selasa (18/6/2019).

Dirinya membantah bahwa hal tersebut melanggar juknis, karena menurutnya hal terpenting adalah telah bersepakat dengan para pendaftar. Malahan, hal tersebut--dia mengatakan, merupakan bentuk pelayanan prima terhadap para pendaftar.

"Enggak (melanggar juknis). Kita memberikan pelayanan prima bagi orang tua. Mereka banyak yang sudah ambil cuti, kasihan kalau sampai dua hari meninggalkan kerja," ungkapnya.

Hari itu, dia mengatakan, ke-25 panitia PPDB yang bertugas berhasil melayani 300-an pendaftar hingga pukul 9 malam. Pihak sekolah pun memfasilitasi pendaftar dengan alat rekreasi yang tersedia di sekolah seperti pingpong, dan sebagainya.

"Pendaftar yang dilayani sampai 300-an, tidak ada orangtua yang dipulangkan dan baru selesai jam 9 malam. Kita masih input datanya sampai jam 11 malam. Karena ada kesepakatan, jadi mereka semangat sampai malam tanpa mengeluh. Daripada cekcok dengan orangtua, jadi kami layani. Alhamdulillah hari ini jadi lebih santai," tambahnya.

Dia mengatakan, kepadatan di hari pertama tersebut terjadi akibat peraturan yang berlaku, yang menggunakan hari pendaftaran sebagai penentu lapis kedua dalam penerimaan siswa apabila terdapat skor yang sama selepas kuota pendaftaran terpenuhi.

"Ada seleksi kedua yang mengatakan jika jaraknya sama maka diseleksi dari hari pendaftaran. Kalau sama juga, dari usia. Padahal ya sudah saja dari nilai UN. Saya berharap ke depannya tidak ada lagi peraturan yang membuat ricuh," pungkasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar