Yamaha Aerox

Memahami Momen Ramadan Setelah Ramadan

  Selasa, 18 Juni 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Penyandang disabilitas bertadarus menggunakan Alquran braille di Masjid Ibnu Umi Maktum, Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (16/5/2019). (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)

Ramadan tahun ini telah berlalu. Bulan yang memiliki keistimewaan khususnya bagi umat muslim ternyata memiliki banyak pembelajaran, yang nantinya dapat dijadikan bekal untuk bulan-bulan berikutnya.

Ramadan identik dengan bulan yang membuat orang-orang semangat dalam melakukan kebaikan. Sehingga tidak jarang orang-orang di sekitar kita baik usia muda maupun tua yang berlomba-lomba melakukan amal kebaikan seperti bersedekah, membaca Alquran, salat tarawih, dan lain-lain.

Salah satu hal yang teringat oleh saya di Ramadan ini yaitu ketika melihat orang-orang yang dikenal maupun tak dikenal memberikan hadiah, baik dalam bentuk makanan maupun benda.

Siang itu, tepatnya sebelum Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Makroekonomi dimulai, saya membuka aplikasi perpesanan WhatsApp dan ternyata ada pemberitahuan dari teman bahwa saya mendapat sebuah hadiah dari kakak tingkat yang kini sudah penempatan kerja di luar pulau Jawa.

Meskipun saat ini ia tinggal berbeda pulau, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk membahagiakan orang lain. Bukan hanya saya, hadiah juga diberikannya kepada teman-teman, kakak tingkat, dan adik tingkat. Hadiah tersebut tentu tidak hanya diberikan dia pada saat Ramadan.

Selain kakak tingkat itu, saya juga akan menceritakan tentang seorang teman. Meski satu angkatan, saya belum pernah sekelas dengannya. Kami saling mengenal karena beberapa sebab.

Suatu saat di bulan Ramadan, saat langit menjelang gelap, tepatnya ketika menjelang berbuka puasa, ia mengatakan ingin bertemu dengan saya. Awalnya saya cukup penasaran mengapa ia ingin bertemu. Ternyata ia memberikan saya makanan sejenis puding, yang sengaja dibuat olehnya setelah pulang dari kampus.

Selain itu, pemberian hadiah tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang terdekat saja. Bahkan orang yang belum dikenal pun melakukannya. Kejadian ini terjadi di salah satu masjid di Jakarta.

Kondisi masjid kala itu tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Kondisi halaman masjid memiliki kesan mewah dan nyaman karena terdapat tenda dan sejenis alas yang nantinya akan digunakan untuk jamaah.

Suasana di dalam masjid pun tidak kalah nyamannya dengan kondisi di luar masjid meskipun jamaah yang hadir banyak. Meskipun lokasi masjid jauh dari tempat tinggal, ternyata tidak menyurutkan semangat mereka untuk melakukan kebaikan di Ramadhan. Dan ternyata ada salah satu hal yang menarik dari peristiwa kali ini yaitu pemberian takjil yang dilakukan antar jamaah.

Kondisi ini memang cukup berbeda dengan kondisi lainnya. Biasanya pihak dari masjid yang berusaha menyediakan takjil untuk jamaah, akan tetapi kala itu jamaah lebih memutuskan untuk membawa takjil dan membagikannya kepada jamaah yang lain. Jenis takjil atau makanan pun beraneka ragam jenisnya. Bahkan ada makanan kelas mahal pun rela mereka berikan untuk dibagikan ke jamaah-jamaah lainnya.

Melihat momen yang indah di Ramadhan, khususnya dalam memberikan hadiah, ternyata memiliki pesan yang baik. Melalui pemberian hadiah dapat membuat orang lain bahagia dan dapat memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Meskipun Ramadhan tahun ini telah berakhir, diharapkan kebaikan-kebaikan itu masih mengalir. Tidak hanya melalui pemberian hadiah, akan tetapi dapat juga melakukan kebaikan-kebaikan lainnya.

 

Dyah Makutaning Dewi

Mahasiswi Politeknik Statistika STIS

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar